
JAKARTA – (KBKNEWS) – 14/9 – MENTERI Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang masih mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD RI pada Senin (14/9) pagi ternyata terkena reshufflel, digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara.
Di dalam rapat tersebut, Purbaya masih memberikan penjelasan bahwa perekonomian Indonesia dalam kondisi baik-baik saja.
“Di tengah ketidakpastian global saat ini, perekonomian Indonesia masih tetap terjaga,” ucapnya dalam rapat yang digelar di DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, perekonomian Indonesia masih tumbuh dan inflasi masih terkendali dan neraca perdagangan yang baik.”Solidnya perekonomian domestik berimplikasi pada kepercayaan dunia,” kata Purbaya.
Terkesan mendadak
Penggantian Purbaya terkesan mendadak, ia didepak dari Kabinet Merah Putih, sedangkan wakilnya, Suahasil Nazara tiba di Istana Negara sekitar pukul 15.00 WIB, berdiri di hadapan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil sumpah janji jabatan.
“Profesor Suahasil Nazara PhD diangkat sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dengan sisa jabatan 2024-2029,” kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat membacakan keppres pengangkatannya.
Setelah keppres dibacakan, Suahasil membacakan sumpah jabatannya dipandu oleh Prabowo.
“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada UUD NKRI 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Suahasil membacakan sumpah jabatannya.
Ceplas-ceplos
Pengamat ekonomi Defiyan Cory, Purbaya sering spontan atau ceplas-ceplos mengomentari sesuatu isu tanpa analisis mendalam terkait substansi permasalahannya misalnya saat ia mengritik utang pemerintah terkait proyek KA Cepat Whoosh.
Purbaya menyebutkan, restrukturisasi utang tersebut dapat berlansung sampai 80 tahun sehingga membebbani pemerintah berikutnya, padahal, menurut Defiyan, masih ada sejumlah alternatif penyelesaian, misalnya melalui skim business to business (B2B), kepemilikan saham atau kerjasama operasi dengan pihak China.
Sementara Pengamat Ekonomi Ibrahim Assuabi menilai, penggantian mendadak Purbaya bisa memicu ketidakpastian di pasar keuangan.
“Pelaku pasar akan mencermati kesinambungan kebijakan fiskal akibat pergantian tersebut. “Faktor pemicu utamanya adalah ketidakpastian fskal, “ ujarnya.
Nilai tukar rupiah pada sesi penutupan perdagangan, Senin sore pun (14/9) melemah 58 poin menjadi Rp17.661 terhadap dolar AS, salah satunya akibat imbas pencopotan Purbaya.
Menkeu baru Suahasil Nazara sendiri dalam pernyataannya seusai dilantik mengakui tidak memungkiri akan ada gejolak pasar setelah menggantikan posisi Purbaya.
Namun ia berjanji akan terus memonitor respons pasar atas perombakan atau reshuffle kabinet terbaru yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
“Tentu, nanti kita lihat ya, tapi pasar punya logikanya sendiri, silakan, silakan saja,” ujar Suahasil usai pelantikan di Istan Negara, Jakarta, Senin (14/9).
(ns/berbagai sumber: kompas.com/tribune/warta ekonomi)
M




