Horeee…Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia

Indonesia ditnjuk oleh FIFA pertama kalinya menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola U-20 pada 2021

INDONESIA bagai kejatuhan durian runtuh, di tengah terpuruknya skuat sepakbola nasional akhir-akhir ini, terpilih jadi tuan rumah turnamen sepakbola akbar Piala Dunia U-20 yang digelar FIFA pada 2021.

Dua negara sepakbola di kawasan Amerika Latin yakni Brazil dan Peru semula menjadi pesaing RI setelah sejumlah negara lain termasuk Bahrain, Myanmar dan Thailand mengundurkan dari pencalonan. Popularitas sepakbola di kalangan mayoritas dari 265 juta penduduk Indoneisa merupakan salah satu pertimbangan FIFA menjatuhkan pilihannya bagi Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021.

Selain jebloknya prestasi, pada penyisihan Piala Dunia 2022 lalu Skuat Garuda dibantai UAE 0 – 5 dan oleh Vietnam 1 – 3, Malaysia 2 – 3 dan dari Thailand 0 -3 di kandang sendiri. Bahkan pada laga melawan Malaysia (15/9), PSSI didenda Rp 643 juta oleh FIFA akibat kerusuhan yang dilakukan para pendukungnya.

Tidak hanya miskin prestasi, tiga menpora berturut-turut asal parpol (2009- 2019) yakni Andi Malarangeng, Roy Suryo dari dan Imam Nachrowi terjerat kasus korupsi.

Selain keuntungan ekonomi sekitar 12 juta dollar AS (sekitar Rp16,8 triliun) yang bisa digaet, turnamen Piala Dunia U-20 yang banyak melahirkan legenda-legenda pemain itu juga akan menjadi ajang promosi wisata bagi Indonesia.

Paling tidak tercatat maestro sepakbola seperti Diego Maradona (di Jepang 1979), Lionel Messi (di Belanda, 2005) Sergio Aguero (di Kanada, 2007) dan Paul Pogba (di Turki, 2013) yang merupakan alumnus Piala Dunia U-20. ketiga pemain yang disebut pertama berasal dari Argentina, kecuai Pogba dari Perancis.

Event Piala Dunia U-20 pada 2021 digelar di sepuluh stadion utama yakni Jakabaring, Palembang, Gelora Bung Karno (Jakarta), Patriot (Bekasi), Pakansari (Bogor), Wibawa Mukti (Tangerang), Jalak Harupat (Bandung), Manahan (Solo), Mandala Krida (Yogyakarta), Bung Tomo (Surabaya) dan I Wayan Dipta (Denpasar).

Jika akan dijadikan ajang promosi, tentu banyak yang harus dibenahi, mulai dari kenyamanan dan keamanan menuju dan dari jalur arena, sistem transportasi umum, juga fasilitas arena, termasuk kebersihan toilet di lingkungan arena.

FIFA bisa menerima kondisi stadion yang akan dijadikan venue turnamen, hanya menyarankan perbaikan kecil-kecilan di sana-sini, namun yang cukup sulit akibat keterbatasamn lahan yakni penyediaan lima lapangan latihan di dekat setiap arena pertandingan.

Peluang emas PSSI sebagai skuat tuan rumah sehingga tidak melalui babak penyisihan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, sedangkan pendukung diminta bisa menjadi tuan rumah yang bersahabat, santun dan sportif, tidak mengulang kejadian saat melawan tim Malaysia lalu.

Ancaman terorisme yang sewaktu-waktu bisa saja muncul untuk memanfaatkan kerumunan massa yang sedang asyik menyaksikan laga sepakbola, juga perlu diantisipasi sejak dini.

Semoga sukses menuai prestasi, sukses selaku tuan rumah dan juga sukses tertib anggaran, hingga tidak ada pejabat yang dicokok KPK pasca helat turnamen Piala Dunia U-20 nanti.

Advertisement