TEHERAN – Gerakan Ansarullah Yaman, yang dikenal sebagai Houthi, menyatakan kesiapannya untuk bertindak melawan Israel jika Tel Aviv kembali melancarkan serangan militer ke Jalur Gaza dan melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, dalam siaran televisi pada Selasa menegaskan bahwa pasukannya siap bertindak jika Israel meningkatkan serangannya terhadap Gaza.
“Jari kami siap sedia di pelatuk, dan kami siap merespons langsung jika rezim Zionis mengintensifkan serangannya ke Gaza,” katanya dalam siaran televisi, Selasa (11/2/2025).
Ia juga memperingatkan bahwa meskipun Israel mendapat dukungan besar dari Amerika Serikat, negara itu tetap akan menghadapi dampak di berbagai sektor, termasuk keamanan, militer, dan ekonomi, jika eskalasi konflik terus berlanjut.
Menurut al-Houthi, jika Israel kembali menginvasi Gaza, hal itu tidak akan menjadi langkah mudah bagi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Selain itu, ia mengutuk rencana Presiden AS Donald Trump yang ingin mengusir paksa rakyat Palestina dari Jalur Gaza. Al-Houthi menyebut rencana tersebut sebagai “proyek destruktif dan agresif” yang bertujuan merebut tanah Palestina dari umat Islam.
Ia juga menilai bahwa rencana tersebut tidak hanya berhenti pada pencaplokan Masjid Al-Aqsa, tetapi bisa berlanjut hingga Mekah dan Madinah.
Di sisi lain, al-Houthi memperingatkan para pemimpin Arab yang bekerja sama dengan AS bahwa mereka berisiko ditinggalkan jika suatu saat kepentingan Gedung Putih berubah.





