HRW Desak Malaysia dan Thailand Selamatkan Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Langkawi

Ilustrasi

MALAYSIA – Human Rights Watch (HRW) mendesak Malaysia dan Thailand untuk menyelamatkan pengungsi Rohingya yang terdampar dengan memberikan bantuan kemanusiaan dan suaka bagi para pengungsi Arakan.

HRW mengatakan otoritas Malaysia menahan 269 pengungsi Rohingya yang berada di atas kapal yang rusak di lepas pantai Langkawi, Malaysia, Senin lalu.

Selain itu, perahu kedua lainnya dengan perkiraan 300 pengungsi Rohingya ditahan di laut dekat pulau Koh Adang, Thailand.

“Malaysia dan Thailand harus segera menyelamatkan para pengungsi Rohingya yang terdampar di laut dan memberi mereka bantuan dan suaka,” ungkap HRW.

HRW menambahkan, kedua kapal berangkat dari Bangladesh pada Februari, yang menandakan ratusan etnis Rohingya di atas kapal telah berada di laut selama empat bulan tanpa makanan dan air yang memadai.

Pernyataan itu mengatakan hampir 100 pengungsi Rohingya mungkin tewas di atas kapal yang menuju Malaysia karena kondisi yang parah, tetapi diselamatkan oleh pasukan penjaga pantai Bangladesh.

“Pemerintah-pemerintah Asia Tenggara tanpa perasaan angkat tangan untuk melindungi para pengungsi Rohingya yang sangat membutuhkan tempat berlindung dan masa depan setelah militer Myanmar mengusir mereka dari rumah mereka dengan kekejaman massal,” kata Brad Adams, direktur HRW Asia, dikutip Anadolu.

 

Advertisement