India dan Pakistan Bahas Detil Gencatan Senjata Pascaeskalasi Militer

India dan Pakistan terlibat perang di wilayah sengketa Kashmir (6/5) (ilustrasi: dynamite news)

JAKARTA KBKNews.id – Pejabat tinggi militer India dan Pakistan mengadakan pertemuan pada Senin (12/5/2025), membicarakan rincian kesepakatan gencatan senjata yang baru saja disepakati.

Pertemuan ini mempertemukan Direktur Jenderal Operasi Militer India, Letnan Jenderal Rajiv Ghai, dengan rekannya dari Pakistan, Mayor Jenderal Kashif Chaudhry, seperti dilaporkan stasiun televisi News18.

Dilansir dari Sputnik-OANA, gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada Sabtu, dan mencakup penghentian semua bentuk operasi militer, baik di darat, laut, maupun udara.

Dalam pembicaraan itu, kedua pihak membahas berbagai isu, termasuk keamanan di wilayah perbatasan dan sepanjang Garis Kontrol (Line of Control), serta penggunaan pesawat tanpa awak (drone). Namun, detail lengkap dari hasil pertemuan belum diumumkan ke publik.

Letjen Ghai diketahui merupakan salah satu tokoh penting di tubuh Angkatan Darat India, karena memiliki peran sentral dalam merancang dan menjalankan operasi militer, baik domestik maupun internasional, di bawah komando langsung Kepala Staf Angkatan Darat.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat pascaserangan bom bunuh diri yang terjadi di dekat wilayah Pahalgam, Jammu dan Kashmir, pada 22 April lalu.

Insiden itu menewaskan 25 warga negara India dan satu warga Nepal. India menuduh badan intelijen Pakistan (ISI) berada di balik serangan tersebut, namun Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, membantah tuduhan itu.

Sebagai tanggapan, India melancarkan serangan rudal ke wilayah Pakistan pada 7 Mei melalui operasi militer yang dinamai Operasi Sindoor.

India mengklaim bahwa serangan tersebut hanya menyasar fasilitas milik kelompok militan. Akan tetapi, pihak Pakistan melaporkan bahwa lima permukiman warga menjadi target serangan, menewaskan sedikitnya 31 orang.

Ketegangan ini sempat memicu peningkatan aktivitas militer dan bentrokan lintas batas. Namun, pada Sabtu, kedua negara mengumumkan gencatan senjata yang mulai berlaku pada pukul 17.00 waktu setempat (18.30 WIB).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here