
INDIA, negara berpenduduk terbesar di dunia saat ini tidak saja dikenal dengan bintang-bintang Bollywood yang gemerlapan, tetapi juga masuk dalam deretan negara terkemuka di bidang teknologi tinggi (hitech).
Menteri Perkertaapian India Aswhwini Vaishnaw seperti dilaporkan koran the Economic Times, mengungkapkan, KA pertama bertenaga hidrogen buatan dalam negeri akan diluncurkan Desember tahun ini.
KA tersebut nantinya akan diproduksi dalam jumlah besar dan akan digunakan untuk menggantikan KA dengan tenaga listrik atau diesel yang dibangun di era 1950 sampai 1960-an.
Rencana penggunaan KA bertenaga hdrogen yang ramah lingkungan dilakukan sesuai seruan global untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, walau pendanaan untuk itu masih menghadapi kendala ketidakpatian.
Vaishnaw menyebutkan, KA bertenaga hidrogen disebut Metro Vande itu bakal menguntungkan segmen populasi kelas menengah dan bawah, karena segmen kelas atas bukanlah kelompok yang disasar.
“Orang kaya bisa mengurus dirinya sendiri. Pemerintah pusat, terutama PM Narendra Modi berfokus pada masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah yang tidak mampu, “ ujarnya.
Pada bagian lain Vaishaw menyampingkan privatisasi perkeretaapian, seraya menegaskan “Perkeretaapian adalah sektor strategis, dan akan tetap menjadi milik pemerintah”.
Kementerian perkeretaapian juga sudah membatalkan proposal untuk monetisasi stasiun kereta api melalui mode kemitraan publik-swasta .
Uji coba rudal hipersonik
Tidak hanya mengembangkan KA bertenaga Hidrogen, India juga sedang melakukan uji coba rudal hipersonik jarak jauh berjangkauan sampai 1.500 km yang dikembangkan di dalam negeri oleh para insinyur di negara itu.
Menteri Pertahanan India Rajnath Singh dalam unggahannya di akun X menyebut uji coba ini sebagai “pencapaian bersejarah” dan menambahkan hal tersebut menempatkan India di antara segelintir negara yang memiliki teknologi canggih.
Rudal India dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan yang dikelola negara bersama mitra industri.
“Data penerbangan mengonfirmasi manuver terminal berhasil dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi,” ujar pejabat pemerintah seperti dikutip Reuters. Uji peluncuran rudal dilakukan di P. Dr. APJ Abdul Kalam di lepas pantai timur negara bagian Odisha, Sabtu lalu.
Menurut catatan, India juga termasuk negara dengan kakuatan nuklir dan salah satu pengekspor senjata, seperti rudal anti kapal Brahmos yang merupakan pengembangan rudal Rusia S-300 yang dijual ke Filipina.
Penguasaan teknologi, baik untuk tujuan sipil mau pun militer harus terus dicermatia jika suatu negara tidak ingin tertinggal dari negara lainnya.



