
DUA kekuatan dunia, India dan Rusia mengembangkan kerjasama militer dan kemitraan strategis di bidang-bidang lain, agaknya untuk membendung dominasi Amerika Serikat dan kebangkitan China.
Menlu Rusia Sergei Lavrov bersama mitra kerjanya, Menlu India Subrahmanyan Jaishankar menyatakan itu dalam jumpa pers terkait lawatan Jaishankar ke Rusia 25 – 29 Des. di Moskow, Rabu (27/12).
Menurut Lavrov, di bidang militer, dicapai kemajuan terkait rencana produksi bersama alutsista, sedangkan di bidang transportasi int’l.
Kedua negara sepakat menggalang kerjasama pembangunan jaringan KA dan jalan koridor int’l utara – selatan serta rute maritim antara Chennai di India dan Vladivostok, Rusia.
Di bidang militer, khususnya menyangkut produksi alutsista, lanjut Menlu Rusia itu, merupakan kemitraan strategis bagi kedua negara yang diharapkan dapat memastikan keamanan di kawasan Euroasia.
Rusia menghargai upaya diversifikasi produksi perangkat keras alutsista yang dilakukan India.
Lavrov menegaskan, pihaknya siap mendukung langkah India memenuhi kebutuhan produksi alutsista modern untuk memenuhi kebutuhan India.
Sejauh ini, Rusia merupakan mitra utama sistem persenjataan India, misalnya pemberian lisensi bagi produksi pesawat tempur MiG, teknologi kapal selam dan produksi bersama rudal Brahmos yang berbasis rudal darat ke udara S-300 yang dikembangkan Rusia.
Diperlukannya anggaran yang besar untuk ikut berlomba memproduksi alutsista, mau tidak mau mendorong terbentuknya konsorsium atau kemitraan antarnegara untuk pembiayaan pengembangannya.
SIPRI 2022 mencatat, India dengan anggaran militer 76,6 miliar dollar AS (Rp1.107 triliun) atau peringkat ke-4 dan Rusia sebesar 86,4 miliar dollar AS (1.296 triliun) atau peringkat ke-3 jauh lebih kecil dari AS di peringkat ke-1 sebesar 801 miliar dollar AS (Rp11.581 triliun).
Bagi India yang mencemaskan kebangkitan hegemoni China, seteru bebuyutannya yang pernah terlibat beberapa kali perang besar, kemitraan dengan Rusia sangat penting, begitu pula bagi Rusia yang harus mengimbangi hegemoni AS.
India yang dikucilkan oleh AS dan negara-negara Barat tidak melupakan bantuan besar-besaran dari Uni Soviet saat negara itu terlibat perang besar dengan Pakistan pada 1971.
Pembangunan kekuatan militer walau menyerap anggaran sangat besar karena menyangkut teknologi mutakhir, dibutuhkan oleh setiap negara di tengah situasi tak menentu yang diwarnai konflik dan perebutan hegemoni di antara negara-negara adi daya. (AP/Reuters/ns)




