
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan, serangan darat untuk memberantas bisnis narkotika di Venezuela akan segera dilancarkan Washington dalam waktu dekat.
“Operasi akan segera dimulai di darat,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washingt DC, Kamis (11/12), seperti dikutip dari Reuters. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump telah menyatakan akan memulai operasi antinarkoba via jalur darat di Venezuela.
Ucapan Trump dilontarkan saat AL AS mengintensifkan serangan terhadap kapal-kapal di Karibia yang dituduh menyelundupkan narkoba.
Washington menuduh Venezuela serta presidennya, Nicolas Maduro, menyelundupkan narkotika secara ilegal ke AS, namun  . Maduro membantahnya dan menuding AS berniat menggulingkan pemerintahannya.
Rabu  lalu (10/12), Trump mengumumkan bahwa AS telah menyita satu kapal tanker super besar di lepas pantai negara Amerika Selatan tersebut.Penyitaan ini membuat Maduro meradang dan mengatakan tindakan AS merupakan “pencurian secara terang-terangan” serta “pembajakan internasional”.
Kedok gulingkan Maduro
Sejumlah sumber di pemerintahan AS telah mengatakan bahwa operasi antinarkoba AS di Karibia hanya kedok dari niat sebenarnya Washington untuk melengserkan Maduro dari singgasananya.
Sementara sejumlah sumber anonim AS bahkan membocorkan pemerintahan Trump saat ini sedang menyusun rencana yang mencakup tindakan Washington untuk mengisi kekosongan kekuasaan dan menstabilkan Venezuela apabila Maduro berhasil digulingkan.
Pemerintahan Trump sebelumnya juga secara resmi menetapkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan para sekutu utamanya sebagai anggota teroris asing.
Penetapan tersebut juga berlaku untuk Cartel de los Soles, istilah yang menurut sejumlah analis mengacu ke Pemerintah Venezuela karena diduga korup, bukan kelompok kriminal terorganisir.
Status tersebut memberi wewenang bagi Pemerintah AS untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap aset dan infrastruktur yang terkait Maduro.
Namun, menurut pakar hukum, penetapan status ini tidak serta-merta memberi otorisasi penggunaan kekuatan militer.
Sebelumnya, militer AS menyerang kapal kapal yang diduga menyelundupkan narkoba melalui Laut Karibia, 15 September 2025, menewaskan 80 orang.
Operasi Tombak Selatan
Sebagai bagian dari Operasi Tombak Selatan yang dicanangkan Pentagon, militer AS mengerahkan belasan kapal perang dan sekitar 15.000 tentara ke Amerika Latin.
Dalam operasi tersebut, militer AS disebut menewaskan lebih dari 80 orang dalam serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba.
Akan tetapi, laporan CNN awal bulan ini menyebutkan bahwa para pejabat Trump dalam sesi tertutup Kongres menyatakan bahwa saat ini tak ada rencana melancarkan serangan darat ke Venezuela.
Menurut empat sumber, opini hukum yang dikeluarkan Kantor Penasihat Hukum Departemen Kehakiman hanya memberikan dasar hukum bagi serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai, tetapi tidak untuk target di wilayah darat Venezuela atau negara lainnya.
Namun demikian, para pejabat “Negeri Paman Sam” tidak menutup kemungkinan adanya aksi militer lebih lanjut di masa mendatang.
David lawan Goliath
AS, negara terkuat di dunia dengan 1,32 juta personil dan anggaran militer  895 miliar dollar AS atau Rp14.895 triliun  (ranking 1 menurut GFP), dibandingkan Venezuela: 109.000 personil dan anggaran 4,09 miliar dollar (Rp81,3 triliun) sangat tidak seimbang.
AU AS mengoperasikan 1.790 pesawat tempur dan lebih 1.000 helikopter serang, dibandingkan Venezuela dengan 30 pesawat tempur dan 10 helikopter.
Matra darat AS didukung 4.640 tanktempur utama dan 392.000 kendaraan lapisbaja, berbanding hanya 172 tank dan sembilan kendaraan lapis baja.
Di laut, kekuatan kedua negara lebih njomplang lagi. AS memiliki 11 kapal induk, 70 kapal selam dan 81kapal perusak, sebaliknya armada AL Venezuela hanya didukung 34 kapal perang, sebagian besar (25) kapal patroli, beberapa fregat dan satu kapal selam.
Jika serangan AS jadi dilancarkan, agaknya berupa operasi terbatas ke pusat-pusat pengendali atau markas operasi bisnis narkotika yang dituding AS berpusat di Venezuela. (CNN/AFP/ns)




