Ini Dia Langkah Dompet Dhuafa Usai Menerima Tindakan Represif saat Jalankan Misi Kemanusiaan di Depan Bawaslu

JAKARTA (KBK) – Dompet Dhuafa sangat menyayangkan tindakan represif yang diterima tim medisnya saat melakukan tugas kemanusiaan di depan Bawaslu Rabu malam (22/5).

Direktur Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa Beny mengatakan saat kejadian, tim medisnya menurunkan 4 ambulance, 1 suv dan 1 kendaraan taktis pengangkut logistik dengan jumlah personel 17 orang yang terdiri dari 4 dokter dan sejumlah crew medis.

“Kendaraan kami jenis double cabin rusak, kava pecah. Saat diambil tadi pagi kondisinya pintu terbuka dengan sejumlah obat-obatan, peralatan dan barang pribadi hilang,” kata Beny saat presscon (23/5).

Terkait insiden tersebut Direktur Dompet Dhuafa Filantropi drg Imam Rulyawan MARS mengatakan tak akan menggugat pihak mana pun. Saat ini kata Imam pihaknya tengah fokus hitung kerugian dengan melakukan audit aset.

“Bagaimana pun aset yang rusak adalah titipan masyatakat. Kami harus audit sebagai langkah transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

“Sementara ini kami tidak menggugat karena kami anggap ini bagian dari konsekuensi tugas. Bila ada langkah lanjutan kami akan infokan ke teman-teman media,” terangnya.

Advertisement