
Jakarta, KBKNews.id – Eskalasi militer di kawasan perairan strategis mencapai titik didih baru. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan telah meluncurkan serangan langsung yang menargetkan salah satu aset tempur paling berharga milik Amerika Serikat, kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln, pada Jumat (3/4/2026).
Operasi yang berlangsung di bagian utara Samudera Hindia ini menandai gelombang ke-91 dari rangkaian misi militer bertajuk “True Promise 4”. Serangan ini menempatkan armada pengangkut jet tempur canggih F-35 dan F/A-18 milik Washington tersebut berada dalam jangkauan tembak langsung Teheran.
Kombinasi Rudal Jelajah Qader dan Pesawat Nirawak
Dalam serangan terencana tersebut, Teheran tidak hanya mengandalkan satu jenis senjata. Laporan militer menyebutkan setidaknya empat unit rudal jelajah tipe Qader dilesatkan menuju koordinat kapal induk tersebut. Rudal Qader dikenal sebagai senjata pesisir dan antikapal yang memiliki akurasi tinggi serta kemampuan terbang rendah untuk menghindari deteksi radar.
Tak berhenti di situ, IRGC juga mengerahkan kawanan pesawat nirawak (drone) serang untuk memperumit sistem pertahanan udara armada Amerika. Pihak Iran menegaskan, mereka memantau setiap jengkal pergerakan militer AS dan Israel di kawasan Teluk dengan pengawasan yang sangat ketat.
“Setiap kapal perang yang memasuki jangkauan rudal kami akan dianggap sebagai target sah. Seluruh aktivitas musuh di kawasan ini berada di bawah pengawasan penuh unit intelijen kami,” tegas perwakilan senior IRGC dalam pernyataan resminya.
Respons Atas Serangan Udara ke Infrastruktur Iran
Aksi nekat Iran ini disebut-sebut sebagai balasan atas gempuran udara yang dilancarkan Amerika Serikat sebelumnya. Di bawah komando Presiden Donald Trump, militer AS baru-baru ini menghancurkan jembatan strategis di wilayah Karaj, Iran, yang memicu kemarahan besar di Teheran.
Donald Trump sendiri memberikan sinyal operasi militer Washington hampir mencapai sasaran utama yang diinginkan. Namun, ia juga memberikan peringatan keras, serangan lanjutan akan terus membayangi Iran jika tidak ada kesepakatan diplomatik yang tercapai dalam waktu dekat.
Situasi Terkini dan Ancaman Konflik Terbuka
Hingga saat ini, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) belum merilis laporan resmi mengenai adanya kerusakan fisik maupun korban jiwa akibat serangan rudal dan drone tersebut. USS Abraham Lincoln dilaporkan masih menjalankan fungsinya sebagai pusat komando udara di kawasan perairan internasional.




