IRGC: Negara yang Usir Dubes AS dan Israel Akan Diberi Akses Bebas Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA, KBKNEWS.id –  Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa negara-negara Arab maupun Eropa yang mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya akan diberikan akses bebas melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

IRGC menyebut negara yang mengambil langkah diplomatik dengan mengusir perwakilan kedua negara tersebut akan memperoleh “kebebasan penuh” untuk transit di Selat Hormuz mulai hari berikutnya.

Pesan tersebut dinilai sebagai upaya Teheran untuk mendorong dukungan politik dari negara lain sekaligus menekan Washington dan Tel Aviv di tengah eskalasi konflik kawasan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Perairan sempit yang berada di antara Iran, Uni Emirat Arab, dan Oman ini menjadi pintu utama ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang dikirim melalui laut melewati jalur tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan rudal dan drone Iran yang dinilai berpotensi mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

Trump juga menegaskan tekanan militer terhadap Iran akan terus dilakukan hingga Teheran dianggap tidak lagi menjadi ancaman. Namun ia juga menyebut konflik dapat berakhir lebih cepat apabila kepemimpinan Iran memilih untuk melakukan gencatan senjata.

Di tengah situasi tersebut, Iran berupaya menunjukkan bahwa mereka masih memiliki pengaruh terhadap jalur perdagangan global, terutama Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik krusial distribusi energi dunia.

Para pelaku pasar internasional terus memantau keamanan di kawasan ini karena gangguan terhadap arus pelayaran di Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here