Israel Bergeming Melawan Dunia

Enam belas pengunjukrasa Palestina tewas, ratusan lagi luka-luka ditembaki tentara Israel pada peringatan Hari Bumi di tepi Barat, Jumat lalu (30/3)

OTORITAS pemerintah Yahudi didukung Amerika Serikat, menentang seruan internasional termasuk RI bagi pembentukan tim investigasi independen atas pembantaian di Gaza terhadap belasan warga Palestina oleh tentaranya.

Menhan Israel Avigdor Lieberman menegaskan, negaranya tidak akan bekerjasama dengan komite penyelidik internasional yang akan bertugas mencari fakta peristiwa berdarah di Gaza, Jumat lalu (30/3) yang menyebabkan tewasnya 16 warga Palestina dan ratusan lagi luka-luka.

AS berada di belakang Israel dengan memveto draft resolusi DK PBB usulan Kuwait yang memuat desakan agar otoritas negara Yahudi itu menahan diri dan mendorong pembentukan komite penyelidik independen terkait insiden itu.

Sedangkan Kemlu RI dalam pernyataannya selain mendesak penyelidikan atas peristiwa itu, juga mengecam keras serangan tentara Israel terhadap warga Palestina yang sedang berunjukrasa di perbatasan Gaza tersebut.

RI menilai, aksi kekerasan dan kekejaman yang dilakukan tentara Israel selalu menjadi ancaman bagi upaya perdamaian di Palestina dan kawasan Timur Tengah.

Sementara Sekjen PBB Antonio Guterres dalam pernyataan tertulis setelah DK PBB gagal mengeluarkan resolusi yang diajukan Kuwait, mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan berikutnya.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di hari pertama rangkaian aksi yang direncanakan selama enam pekan untuk memperingati 10 tahun penutupan perbatasan Gaza oleh Israel dan Mesir sejak kelompok radikal Hamas mengontrol Gaza pada 2007.

Unjukrasa dimulai Jumat (30/3), menandai Hari Bumi, sekaligus peringatan tentang peristiwa pembunuhan enam pengunjukrasa Palestina oleh pasukan Israel pada 1976.

Pasukan Israel merespons aksi warga Palestina yang digelar di sepanjang wilayah Palestina dan Israel dengan mengerahkan tentara dan pesawat-pesawat tanpa awak untuk menjatuhkan gas air mata di tengah kerumunan massa.

Di wilayah lain Palestina di Tepi Barat seperti di kota Ramallah dan Nablus, dilaporkan pula terjadi unjukrasa menentang Israel walau dalam skala lebih rendah.

Wakil Tetap Palestina di PBB Riyad Mansour kecewa pada DK PBB yang tidak mengecam Israel membantai warganya yang melakukan aksi damai dan tidak menggubris seruan internasional untuk melindungi warga sipil Palestina.

Palestina menilai, keputusan AS memveto draft resolusi DK PBB menjadi “payung” bagi Israel untuk terus melakukan aksi kekerasan terhadap warga Palestina dan mengabaikan resolusi PBB.

Sebaliknya, Wakil Tetap Perwakilan Israel di PBB Danny Danon meminta agar komunitas internasional tidak tertipu oleh aksi teror dan kekerasan yang disamarkan dengan baik dalam bentuk pawai damai.

Kekompakan negara-negara pecinta damai dan juga negara-negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam seperti RI untuk memberikan dukungan kongkret bagi rakyat Palestina perlu terus diperkokoh. (AFP/Reuters/NS)

Advertisement