JAKARTA, KBKNews.id – Pesawat tempur Israel kembali menggempur wilayah selatan Beirut, Lebanon, pada Kamis (5/6/2025), malam. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan bangunan yang berada dekat Masjid Al Qaem.
Dilansir dari Anadolu, sebelum serangan dilakukan, pihak Israel sempat mengeluarkan peringatan. Setelah itu, Israel meluncurkan lima serangan udara tambahan. Salah satunya begitu kuat hingga menimbulkan asap tebal, meski lokasi pastinya tidak disebutkan.
Militer Israel juga memperingatkan penduduk Nabatieh di Lebanon selatan untuk segera meninggalkan wilayah tersebut sebelum serangan berikutnya dilakukan.
Mereka diminta menjauh setidaknya 500 meter dari beberapa bangunan di desa Ain Qana. Israel turut membagikan peta lokasi sasaran, yang disebut sebagai fasilitas milik kelompok perlawanan Hizbullah.
Sebelumnya, warga di wilayah Hadath, Haret Hreik, dan Borj al-Barajneh juga mendapat peringatan serupa dari Israel agar mengungsi sebelum digempur.
Serangan ini tercatat sebagai yang keempat di kawasan tersebut sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 27 November 2024.
Meskipun perjanjian gencatan senjata telah ditandatangani, serangan Israel ke wilayah selatan Lebanon nyaris terjadi setiap hari dengan alasan menumpas kelompok Hizbullah.
Gencatan senjata itu awalnya bertujuan mengakhiri konflik panjang yang meletus di perbatasan sejak September. Namun, menurut laporan pemerintah Lebanon, Israel telah melanggar perjanjian tersebut hampir 3.000 kali. Serangan-serangan itu telah menyebabkan setidaknya 208 orang tewas dan 500 lainnya terluka.
Sesuai kesepakatan, Israel semestinya menarik pasukannya dari Lebanon selatan paling lambat 26 Januari, namun tenggat waktu itu diperpanjang hingga 18 Februari setelah Israel menolak untuk mematuhi kesepakatan. Hingga kini, Israel masih mempertahankan lima pos militer di sepanjang perbatasan Lebanon.





