Israel Gerebek Delapan Media Palestina

Ilstrasi Seorang pegawai Transmedia memeriksa sebuah satelit di kantor perusahaan di kota Hebron, Tepi Barat, pada tanggal 18 Oktober 2017, setelah penutupan kantor media oleh pasukan Israel/ AFP

TEPI BARAT – Pasukan Israel menggerebek kantor media Palestina di Tepi Barat yang diduduki  pada hari Rabu (18/10/2017) yang disebut sebagai “operasi berskala besar” melawan hasutan.

Penggerebekan di delapan perusahaan tersebut terjadi beberapa jam setelah pemerintah Israel menyatakan bahwa mereka tidak akan menghadapi pemerintah persatuan Palestinasetelah Hamas melakukan rekonsiliasi dengan Fatah.

Pejabat Israel mengatakan penggerebekan tersebut menargetkan perusahaan yang memberikan layanan ke stasiun televisi Hamas. Pemberitahuan  mengatakan perusahaan tersebut akan ditutup selama enam bulan.

“Pasukan militer Israel tadi malam menggerebek delapan perusahaan produksi dan media Palestina yang memberikan layanan ke saluran TV Al-Aqsa dan Al-Quds,” kata kepala unit kementerian pertahanan Israel yang dikenal dengan COGAT, Yoav Mordechai, di Facebook.

“Kedua saluran ini menyiarkan hasutan konstan terhadap negara Israel. Bukan rahasia lagi bahwa kedua saluran ini mengilhami, beberapa kali, pada teroris untuk keluar dan melakukan serangan teroris terhadap orang-orang yang tidak bersalah.” tambah pernyataan tersebut.

Pejabat Israel tidak memberikan contoh spesifik tentang dugaan hasutan tersebut. Setidaknya salah satu perusahaan yang ditargetkan mengatakan menyediakan berbagai layanan ke berbagai media berita lokal dan internasional.

Otoritas Palestina mengatakan bahwa mereka mengutuk penggerebekan tersebut.

“Pasukan pendudukan melakukan agresi terang-terangan dan pelanggaran berat terhadap semua undang-undang internasional ketika mereka menyerang kota-kota Palestina dan menyerbu kantor media,” tandas  juru bicara pemerintah PA Yusef al-Mahmoud.

Seorang pejabat serikat wartawan Palestina di kota Hebron, Tepi Barat selatan mengatakan, kantor tiga perusahaan yang menyediakan layanan produksi ke saluran televisi Hamas ditutup dan peralatan dan dokumen disita.

Mereka diberi nama Palmedia, Ramsat dan Transmedia, sebuah fasilitas penyiaran satelit dimana dua anggota staf ditangkap.

Seorang pejabat Palmedia mengatakan kepada AFP bahwa tiga dari lima kantornya di Tepi Barat ditutup, termasuk kantor pusatnya di Ramallah dan juga di Hebron dan Nablus.

Sekitar 50 orang kehilangan pekerjaan karena penutupan Palmedia dimana perusahaan ini menyediakan layanan untuk berbagai media lokal dan internasional.

Direktur eksekutif Transmedia Ibrahim al-Hossari mengatakan perusahaan produksi di Palestina dan di seluruh dunia memberikan layanan produksi yang lebih teknis daripada berita.

“Kami bukan kantor berita,” katanya. “Pekerjaan kami murni teknis dan kami tidak bertanggung jawab atas konten yang disediakan oleh saluran ini.” imbuhnya.

Advertisement