Israel Usir Paksa Warga Palestina, 150 ribu Orang Tinggalkan Khan Younis

Warga Palestina mulai keluar dari Rafah Timur sebelum hari H serangan darat Israel (Selasa, 7/5). Israel sendiri menginstruksikan sekitar 100-ribu warga Palestina segera mengungsi, mengindikasikan serangan akan segera dimulai.

KHAN YOUNIS – Sekitar 150 ribu warga sipil telah meninggalkan Khan Younis di Jalur Gaza setelah perintah evakuasi dari Israel, menurut juru bicara PBB, Selasa (23/7/2024).

“Kemarin, sekitar 150 ribu orang meninggalkan daerah di Khan Younis, menurut perhitungan rekan-rekan kemanusiaan yang memantau pergerakan penduduk di daerah itu,” kata Stephane Dujarric kepada wartawan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan kekhawatiran mengenai jeda waktu yang singkat antara penyebaran selebaran perintah evakuasi dan eskalasi operasi militer, yang menimbulkan risiko signifikan bagi mereka yang mengungsi, tambahnya.

“OCHA mengingatkan bahwa setiap perintah evakuasi sangat mengganggu kehidupan warga. Orang-orang dipaksa pindah ke daerah yang infrastrukturnya minim atau bahkan tidak ada, di mana akses ke tempat berlindung, sanitasi atau bantuan kemanusiaan lain yang menyelamatkan jiwa sangat terbatas,” kata Dujarric.

Dia juga menyoroti bahwa perintah evakuasi tersebut mengganggu operasi kemanusiaan.

Karena mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak awal Oktober 2023.

Lebih dari 38.800 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas, sementara lebih dari 89.400 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Lebih dari sembilan bulan sejak serangan, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan akses makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam putusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum mereka diserang pada 6 Mei.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here