MEDAN – Ratusan imigran gelap asal Bangladesh yang diduga sebagai korban perdagangan manusia diselamatkan dari sebuah rumah Jalan Pantai Barat Pasar V, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara.
“Hingga Rabu dini hari, evakuasi imigran asal Bangladesh masih berlangsung,” ujar kepala lingkungan setempat Bebi Annisa, dikutip Antara.
Menurut Bebi, imigran tersebut diangkut dengan menggunakan truk polisi dan diamankan untuk sementara waktu di Mapoltrestabes Medan.
Dua penjaga rumah itu masih diamankan dan diminta keterangan oleh polisi.
Keberadaan ratusan imigran asal Bangladesh, di sebuah rumah di Jalan Pantai Barat, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan diketahui pertama kali oleh warga pada Selasa (5/2/2019) malam. Masyarakat mendengar suara teriakan dari dalam rumah tersebut.
Warga juga ada yang melihat orang di dalam rumah itu meminta tolong dibebaskan dengan menggunakan bahasa isyarat. Warga kemudian melaporkannya kepada kepala lingkungan setempat.
Sementara Kepala Kantor Imigrasi Medan, Fery Monang Sihite mengatakan, ratusan WNA tersebut diduga sudah berada di Medan lebih dari sebulan.
Fery menjelaskan, pada saat ditemukan ratusan WNA tersebut dalam kondisi kelaparan. Mereka diduga disembunyikan oleh oknum agen yang hendak mengirim ratusan WNA tersebut ke Malaysia. Namun, imigrasi Medan masih belum bisa memberikan keterangan tentang tujuan 193 orang WNA asal Bangladesh itu.
“Belum saya dapatkan informasi soal itu, jadi prioritas saya karena mereka dalam keadaan tidak mendapatkan makanan. Selanjutnya kita coba upayakan agar nanti dokumen keimigrasiannya bisa kami dapatkan. Sampai saat ini kami belum dapat dokumen perjalanan mereka.
“Namun dari beberapa informasi yang kami dapat sampai dengan pagi tadi mereka masuk melalui Yogyakarta dan Bali. Kalau masuk melalui jalur laut atau udara masih kami gali lebih lanjut,” jelasnya, dilansir VOA.





