GORONTALO UTARA- Jalur darat di Desa Ilotunggula, Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara terputus akibat longsor, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara mengevakuasi ibu melahirkan dengan perahu melalui jalur laut.
Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara Nurhadi Rahim di Gorontalo, mengatakan pasien yang harus dievakuasi dari desanya itu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat di Kecamatan Kwandang atau pusat ibu kota kabupaten.
Nurhadi menjelaskan ibu melahirkan diangkut menggunakan perahu pelang menuju jembatan tambatan perahu Limu, di Desa Hutokalo, Kecamatan Sumalata, untuk selanjutnya dirujuk ke rumah sakit.
Upaya tersebut telah berhasil dilakukan, namun BPBD masih menempatkan tim bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) kabupaten dan kecamatan, untuk sewaktu-waktu melakukan evakuasi bagi warga di wilayah barat itu.
Jalur darat di wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara hingga saat ini masih terputus akibat longsor pada Rabu (22/2). Puluhan titik longsor dari 33 longsoran yang belum terbuka membuat akses transportasi darat terputus dan memaksa masyakarat melalui jalur laut.
“Itupun melalui laut terbilang cukup berisiko, mengingat gelombang tinggi dan angin kencang masih melanda wilayah perairan ini,” ujar Nurhadi, Sabtu (25/2/2017), dilaporkan Antara.
Titik longsor yang terjadi di ruas jalan Trans Sulawesi bagian barat mulai dari Kecamatan Sumalata hingga Kecamatan Biawu, ditambah putusnya jembatan “plat deucker” di Desa Kasia dan Kikia, Kecamatan Sumalata.
Hingga saat ini, pihak BPBD dengan memanfaatkan satu eskavator ditambah bantuan dari pihak Balai Jalan Wilayah Sulawesi di Provinsi Gorontalo, masih menyingkirkan longsoran.




