KUNINGAN – Amblasnya jalan nasional Kuningan- Majalengka di Desa Kawah Manik, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat membuat aktivitas perekonomian warga terganggu.
Hal tersebut dikeluhkan wWarga yang mayoritas petani dan berdagang karena harus memutar sejauh 15 kilometer agar bisa memasarkan hasil pertaniannya di pasar.
Kalau menggunakan transportasi umum, mereka harus dua atau tiga kali ganti angkutan untuk ke pasar. Padahal, sebelumnya longsor terjadi hanya sekali naik langsung ke pasar.
Alhasil barang dagangannya menjadi busuk akibat lamanya jarak tempuh. Mereka harus melewati dua jalur alternatif baru sampai ke tujuan.
“Longsor ini sangat berpengaruh pada warga, akibat longsor ini bisa memicu kerugian ekonomi bagi warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin, Senin (20/2/2017).
Selain petani dan nelayan yang terdampak, para siswa juga merasakan dampaknya. Seorang siswi SMK 1 Darma, Cindi mengatakan, dirinya harus berjalan kaki hingga 1 kilometer agar bisa mendapatkan angkutan umum untuk pergi kesekolahnya.
Hal itu akibat angkutan umum yang biasa digunakan para siswa untuk ke sekolah harus melewati jalur alternatif. “Jadi ke sekolah terlambat karena harus jalan kaki dulu baru dapat angkutan umum,” kata dia.
Karenanya, warga setempat kini sudah membangun jembatan darurat dari bambu di lokasi jalan amblas. Jembatan itu hanya bisa dilintasi pejalan kaki. “Jembatan ini kami bangun dengan swadaya masyarakat agar warga bisa sampai pada tujuan mereka dengan cepat,” ujar Neni, warga sekitar, seperti dilansir Okezone.
Saat ini alat berat seperti becho sudah berada di lokasi longsor untuk menangani longsor. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mengecek dan memetakan lokasi.





