Jasad Kampiun Pendaki Gunung Nirmal Puja Ditemukan

Pendaki gunung legendaris Nirmal Purja dengan rekor penaklukkan 14 puncak gunung di atas 8.000 M dalam waktu 189 hari (sekitar 6 bulan) ditemukan tewas di salah satu puncak HImalaya, Minggu (2/8) (foto: detik.com)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 3/8 – TIM penyelamat berhasil menemukan jenazah pendaki gunung ternama asal Inggris-Nepal, Nirmal Purja, di Gunung Broad Peak, Pakistan, Minggu (2/8).

Pendaki berusia 43 tahun tersebut dikonfirmasi meninggal dunia bersama sembilan anggota tim ekspedisi lainnya akibat bencana longsoran salju di pegunungan Karakoram.
Dikutip dari BBC, klub Alpine Pakistan mengonfirmasi, jasad Purja ditemukan pada ketinggian sekitar 5.700 meter di atas permukaan laut.

Di area yang berdekatan, tim penyelamat juga menemukan tiga jenazah pendaki lainnya sebelum mengevakuasi mereka menuju Kamp Jepang.

Sebelum jenazah Purja ditemukan, otoritas Pakistan telah mengidentifikasi tiga korban lain dari tim ekspedisi Elite Expeditions, yaitu Mallory Geis (Amerika Serikat), Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy (Oman), serta Pur Bahadur Gurung (Nepal).

PM Nepal, Balendra Shah menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya 10 pendaki yang terdiri dari enam warga Nepal dan empat pendaki asing.

“Kematian tragis enam warga Nepal dan empat pendaki asing lainnya, termasuk pemegang rekor dunia Nirmal Purja, di pegunungan Karakoram Pakistan, telah mengejutkan kami. Sejarah keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka akan selalu tetap menginspirasi,” ungkap PM Balendra Shah.

Pangeran William dan Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting, memuji pengabdian luar biasa Purja di bidang militer serta dunia petualangan ekstrem.

Kakak kandung Purja, Kamal, menegaskan rasa bangganya atas warisan inspiratif yang ditinggalkan sang adik.

Pemecah rekor “14 peaks” Nirmal Purja atau yang akrab disapa “Nimsdai”, mengukir sejarah dunia pada 2019 usai menaklukkan seluruh 14 puncak gunung berketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam kurun waktu 189 hari (sekitar enam bulan).

Pencapaian tersebut mematahkan rekor dunia sebelumnya yang membutuhkan waktu hingga lebih dari tujuh tahun.

Kisah penaklukan ekstrem tersebut kemudian diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible.

“Ini adalah enam bulan yang melelahkan tetapi juga penuh pelajaran berharga, dan saya berharap telah membuktikan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi dengan tekad, kepercayaan diri, dan sikap positif,” kata Purja kala itu.

Sebelum dikenal sebagai salah satu pendaki terbaik dunia, Purja mengabdi selama 16 tahun di Angkatan Bersenjata Inggris, 10 tahun di antaranya di pasukan khusus.

Ia juga mencatatkan rekor sebagai prajurit Gurkha pertama yang mendaki Everest saat aktif bertugas, hingga dianugerahi gelar MBE oleh mendiang Ratu Elizabeth II pada 2018 atas prestasinya di ketinggian ekstrem.

Nirmal Purja tewas akibat terjangan longsoran salju (avalanche) saat memimpin tim ekspedisi di Gunung Broad Peak, wilayah Pegunungan Karakoram, Pakistan.

Bencana tersebut menimpa sang pendaki legendaris bersama sejumlah anggota tim lainnya di ketinggian sekitar 7.000 meter.

Menurut catatan Himalayan Database, lebih dari 300 pendaki tewas di Gunung Everest, puncak tertinggi Himalaya.

Di seluruh kawasan pegunungan Himalaya dan Karakoram, angka korban jiwa jauh lebih tinggi akibat risiko longsoran salju (avalanche), badai, hipotermia, dan edema.
Korban Jiwa di Everest: Sedikitnya 346 pendaki meninggal di Gunung Everest sejak pencatatan dimulai pada 1922.

Puncak utama Annapurna dikenal sebagai gunung paling mematikan dan berbahaya di pegunungan Himalaya.
(BBC/kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here