Jerman Sebut RUU Pemukiman Baru Israel Akan Picu Konflik Baru

ilustrasi

Hamburg-Sejumlah negara Eropa protes atas RUU Pemukiman Baru Israel di Tanah Palestina, termasuk Jerman.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel memperingatkan bahwa pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina akan mengakhiri prospek solusi dua negara dan memicu konflik di Timur Tengah.

 

Pernyataan Gabriel ini berbeda dari pendirian pemerintahan Presiden AS Donald Trump, di mana Uni Eropa ingin mendapatkan klarifikasi AS menyangkut sikap negara ini menyusul arah kebijakan Trump dalam proses perdamaian Timur Tengah.

 

“Kami perihatin atas pembangunan tak terbatas permukiman , ini  membuat solusi dua negara mustahil dan bisa meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah, termasuk kemungkinan perang,” kata Gabriel seperti dilansir AFP, Kamis (16/2)

Pernyataan ini mencerminkan kian frustasinya Jerman atas aktivitas pembangunan permukiman di daerah Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Ia menambahkan, pemungutan suara oleh parlemen Israel Knesset yang melegalkan permukiman yang justru menyalahi hukum internasional telah memperumit situasi.

Gabriel megatakan Jerman akan terus membela solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina dengan menyebutnya “satu-satunya opsi yang realistis dalam mengurangi konflik di kawasan itu dan mencegah kedaruratan sebuah perang baru.”

Advertisement