spot_img

Jokowi: Dunia Masih Belum Adil

JAKARTA—Konferensi Asia Afrika (KAA) resmi dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo di Jakarta Convention Center, Rabu (21/4/2015). Dalam pidato pembukaannya, Presiden Jokowi berkali-kali menegaskan pentingnya kesetaraan, keadilan, dan tatanan global yang seimbang. “Ketika banyak orang di belahan dunia sebelah utara (negara maju) menikmati hidup mewah, sementara 1,2 miliar negara di wilayah selatan (negara berkembang) hidup dalam kemiskinan dengan penghasilan kurang dari 2 dolar per hari, maka ketidakadilan global menjadi jelas,” ujarnya.

Jokowi juga mengkritik peran PBB yang lemah, dan mengusulkan reformasi organisasi perserikatan dunia tersebut agar mampu mendorong keadilan bagi semua bangsa. “Semantara makin kuat terlihat bahwa PBB tidak bisa melakukan apa-apa. Aksi-aksi kekerasan tanpa mandat PBB, telah memperlihatkan bahwa mengabaikan keberadaan organisasi internasional itu,” tegas Jokowi.

Keberadaan lembaga keuangan dunia seperti World Bank, IMF, dan ADB juga tak luput dari kritik presiden. Menurutnya, persoalan ekonomi dunia tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada lembaga keuangan tersebut. Jokowi menekankan perlunya reformasi arsitektur keuangan global. Presiden menambahkan, pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF, dan ADB adalah pandangan yang usang dan perlu dibuang.

Indonesia, sebagai negara kekuatan ekonomi baru, siap memainkan peran global. “Hari ini dan hari esok kita hadir di Jakarta menjawab ketidakadilan dan ketidakseimbangan itu. Hari ini dan hari esok dunia menanti langkah-langkah kita berdiri sejajar sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia, kita bisa melakukan itu semua dengan membumikan semangat Bandung dengan mengacu pada tiga cita-cita.”

spot_img
Previous article
Next article

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles