JAKARTA – Presiden Joko Widodo menghubungi Perdana Menteri Narendra Modi untuk membahas nasib ratusan WNI anggota Jamaah Tabligh.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan kedua kepala negara kata Retno sepakat untuk menugaskan menteri luar negerinya membahas kelanjutan nasib 700an WNI anggota Jamaah Tabligh di sana.
“Saya terus melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri India, perwakilan Indonesia di India juga aktif memantau dan berkoordinasi dengan otoritas India mengenai keselamatan dan keamanan WNI,” kata Retno.
Secara keseluruhan, WNI anggota Jamaah Tabligh yang berada di luar negeri mencapai 1148 orang, tersebar di 13 negara di antaranya India dan beberapa di antaranya sudah kembali ke Indonesia.
“Sebanyak 8 orang dari Maroko sudah kembali tanggal 26 April, 6 orang dari Thailand sudah kembali pada 20 April, 5 orang dari Jordania sudah kembali 21 April,” jelas dia.
Sebelumnya, Sekitar 700-an warga Indonesia (WNI) Jamaah Tabligh terjebak di India karena pemberlakuan lockdown atau karantina wilayah sejak 23 Maret 2020.
Mereka pun mengaku mengalami depresi karena kesulitan untuk mendapatkan makanan dan seringkali mengalami perlakuan tidak menyenenangkan dari petugas.





