Jong Un Sepelekan Ancaman Trump

Ilustrasi

ALIH-ALIH gentar menghadapi gertakan Presiden Amerika SerikatĀ  Donald Trump, Korea Utara malah balas mengancam, dan bahkan membeberkan secara rinci rencana untuk menyerang pangkalan Guam dengan rudal-rudal yang dimilikinya.

Seperti yang diungkapkan Kantor Berita Korut KCNA, Kamis (10/8), Korut akan meluncurkan empat rudal jarak menengah, Hwasong-12 yang mampu mengangkut kepala nuklir ke targetnya yakni pangkalan militer di Pulau Guam, Laut Pasifik.

Dari 14 ujicoba selama 2017, Korut pada Juli lalu berhasil meluncurkan dua rudal balistik antar benua (ICBM) Hwasong-12, salah satunya dilaporkan mampu menjangkau sejumlah kota di AS.

ā€œPasukan Korut akan menuntaskan rencana penyerangan ke Guam pertengahan Agustus ini, tinggal menunggu komando Presiden Kim Jong Un, ā€œ demikian diberitakan oleh Kantor Berita Korut KCNA.

Rezim Kim Jong Un sejauh ini sudah sering melontarkan gertakan terhadap musuh-musuhnya seperti Korsel, AS dan Jepang, namun baru kali ini yang menyampaikanya secara detil terkait target dan lintasan rudal.

Panglima Pasukan Strategis Tentara Rakyat Korut Jenderal Kim Rak Gyom mengemukakan, rudal Hwasong akan meluncur di ufuk Prefektur Shimane, Hiroshima dan Koichi di wilayah Jepang yang berjarak 3.357 Km sebelum sampai ke sasaran di sekitar 30 sampai 40 km lepas pantai Guam.

Jika mengacu pada rencana itu, rudal diperkirakan akan melintasi koridor penerbangan sipil dan alur lalu lintas angkutan laut internasional yang cukup padat di perairan Laut Pasifik.

Pulau Guam di Laut Pasifik yang dihuni sekitar 163.000 penduduknya sejauh ini dijadikan pangkalan angkatan laut dan udara serta satuan penjaga pantai AS.

 

Masih tanda tanya

Tidak bisa dipastikan, apakah yang dimaksud oleh Korut, hanya sekedarĀ  menggeser lokasi ujicoba rudalnya dari Laut Jepang Ā seperti dilakukan beberapa kali sebelumnya atau memang mengancam untuk menyerang Guam.

Sebaliknya, Presiden Trump, tidak kalah gertak, mengingatkan Korut agar tidak mengancam negerinya dan bertekad untuk membalas ā€œdengan api dan kemarahanā€ yang belum pernah diperkirakan sebelumnya.

Melalui akun twitternya, Trump sesumbar, arsenal nuklir AS jauh lebih mumpuni dari sebelumnya dan siap menggunakannya jika diperlukan, walau tidak berharap hal itu tidak terjadi.

Tidak hanya sebatas membalas dengan kata-kata, AS dilaporkan juga sudah mengirimkan dua pesawat pembom strategis B1B Lancer yang dilengkapi rudal-rudal jelajah dan armada laut ketujuhnya.

AS agaknya mengandalkan sistem rudal anti rudal Aegis yang dipasang di sejumlah kapal perangnya dan menggelar sistem anti rudal Patriot serta sistemĀ  Terminal High Altitude Air Defence (THAAD) Ā yang berfungsi menyongsong kedatangan rudal musuh di ufuk tinggi.

Seluruhnya 15 anggota DK PBB dengan suara bulat mengutuk rencana Korut, begitu pula dengan Indonesia. ā€œRI sudah lama mengutuk ujicoba rudal Korut, karena RI mengutamakan perdamaian, ā€œ kata Menkopolhukam Wiranto.

Tidak bisa diramalkan, perang akan pecah apa tidak, karena sangat tergantungĀ  siapa yang memulainya. Namun yang jelas, situasi semakin memanas, apalagi di antara kedua negara tidak ada mekanisme pencegahan konflik.

Jika perang tak terelakkan, kemungkinan AS akan melancarkan serangan terbatas dengan rudal-rudal jelajah atau bom pintar (smart bombs) guna membungkam pusat-pusat peluncuran rudal Korut.

Sebaliknya, yang lebih mengkhawatirkan jika Korut menghujani wilayah Korsel yang berbatasan di darat dengan artileri berat dan rudal-rudalnya seperti yang dilakukan pada Perang Korea, 1950 sampai 1953 lalu.

Di dunia peradaban, kemitraan dan globalisasi saat ini, ironis jika perang yang mengorbankan nyawa manusia akan terjadi lagi, apalagi hanya karena pemimpin yang emosi, tidak mampu menahan diri. (Reuters/AFP/AP)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement