Juli Berlalu, BMKG Tetap Minta Warga Waspada Gelombang Tinggi

Ilustrasi gelombang pasang/ Foto: saibumi.com

JAKARTA – Bulan Juli telah berlalu namun Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat tetap meminta masyarakat waspada terhadap ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati mengatakan hasil analisis BMKG bahwa adanya fenomena Mascarene High yang cukup persisten di Samudra Hindia bagian Selatan (Barat Daya Australia), diduga mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia, khususnya selatan Jawa hingga selatan NusaTenggara Timur (NTT).

Tinggi gelombang di wilayah tersebut didominasi oleh gelombang panjang (swell) yang dipropagasi oleh fenomena tersebut, sedangkan meningkatnya ketinggian gelombang di Laut Banda dan Laut Arafuru diakibatkan adanya peningkatan kecepatan angin timuran hingga 36 km/jam.

Disebutkan, untuk tinggi gelombang 4 – 6 meter (sangat berbahaya) berpeluang terjadi di perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, perairan Barat Simuelue hingga Mentawai, perairan Selatan Jawa Timur hingga Sumba, dan perairan Selatan Pulau Sumba.

Sementara tinggi gelombang 2.5 – 4 meter (berbahaya) berpeluang terjadi di perairan Bengkulu, perairan Enggano, perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Laut Sawu, dan perairan Pulau Sawu – Pulau Rote. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

“Nelayan di daerah barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya, khususnya yang tercantum dalam daftar peringatan dini di atas harap mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melaut,” jelasnya, dilansir laman resmi BMKG, Selasa (1/8/2018).

Sebelumnya BMKG memprediksi gelombang tinggi terjadi di sejumlah perairan Indonesia hingga akhir Juli 2018.

Advertisement