LOMBOK – Korban gempa Lombok, warga Desa Obel-Obel di Sambelia, yang masih mengungsi karena tempat tinggalnya terdampak gempa, mengeluh kesulitan mendapat air bersih.
Mereka kesulitan mendapat air untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan berwudhu, karena sumur dan mata air kering
Ahmad Zuhri, korban gempa tektonik di Lombok Timur, mengaku dirinyaa dan warga lain terpaksa harus mengambil air dari kota kecamatan yang cukup jauh
Ia mengatakan warga Dusun Mentarang yang mengungsi karena daerahnya terdampak gempa sekitar 280 orang.
Warga Dusun Mentarang yang terdampak gempa mengungsi di tenda-tenda ala kadarnya yang didirikan di halaman rumah yang rusak akibat gempa.
“Yang jelas kebutuhan penting lainnya selimut dan sembilan bahan pokok,” kata Ahmad.
Dalam kondisi serba kurang dalam pengungsian, warga juga masih menghadapi trauma karena dampak gempa.
“Waktu gempa kita seperti diangkat-angkat dan diayak-ayak secara bergelombang,” kata Saiful, korban gempa yang lain mengatakan pada Antara.





