JAKARTA – Meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia belakangan ini menjadi perhatian utama bagi para orang tua.
Salah satu saran yang sering disebutkan adalah minum jus jambu biji sebagai salah satu upaya untuk menyembuhkan DBD. Dipercaya bahwa jus jambu biji dapat meningkatkan jumlah trombosit yang sering kali rendah pada pasien DBD.
Dokter spesialis kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama, mengatakan bahwa minum jus jambu biji dapat membantu dalam proses pemulihan DBD.
“Namun, ingat, ini bukan pengobatan utama DBD, hanya sedikit bermanfaat dan menjadi tambahan dari terapi utama yang diberikan dokter,” ungkap Ngabila dilansir dari Antara.
Ngabila menjelaskan beberapa manfaat jus jambu biji dalam menjaga kesehatan, terutama dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap DBD.
“Pertama, mengandung antioksidan untuk melawan peradangan atau inflamasi penyebab trombosit terus turun,” kata Ngabila.
Selain itu, lanjutnya, jus jambu biji juga mengandung flavonoid jenis kuersetin yang dapat menghambat perkembangan virus dengue di dalam tubuh.
“Sehingga trombosit tidak terus turun,” ujar dia.
Ngabila juga menyebutkan bahwa ekstrak daun jambu biji dapat menghambat pertumbuhan virus dengue di dalam tubuh.
“Selain itu juga, mencegah perdarahan dengan meningkatkan jumlah trombosit 100.000 per mikroliter dalam waktu 16 jam,” kata dia.
Namun, Ngabila menegaskan bahwa pengobatan utama untuk demam berdarah adalah pemberian cairan dan mengurangi peradangan.
“Juga sebaiknya jangan konsumsi jus yang berkemasan, karena kadar gula dan pengawet yang kurang baik bagi tubuh,” kata Ngabila.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan bahwa Jakarta Barat merupakan penyumbang kasus DBD terbanyak menurut data terbaru, dengan total kasus mencapai 716, disusul oleh Jakarta Selatan.
“Sebenarnya DBD itu kasus endemi, setiap tahun ada kasusnya dengan pola yang relatif sama,” kata Ani di Jakarta, Kamis (28/3/2024), saat menggelar PSN 3M di Kelurahan Cipete Utara.
Dia juga menjelaskan bahwa dari lima kota dan satu kabupaten yang termasuk DKI Jakarta, kasus DBD cenderung meningkat, baik di Jakarta Barat, Timur, Utara, Selatan, Pusat, maupun Kepulauan Seribu.





