Kalah dengan Harga Impor, Peternak NTB Tak Bisa Pasok Daging Sapi ke Jakarta

Ilustrasi, Sapi, Foto aditya KBK

MATARAM (KBK) ­ Peternak sapi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak dapat memenuhi permintaan daging sapi Jakarta, dikarena harga daging sapi potong asal NTB belum mampu bersaing dengan harga daging impor.

“Karena itu, sampai saat ini peternak sapi NTB tidak bisa melayani kebutuhan daging sapi dari Jakarta,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Erwin Kusbianto sewaktu bertemu wartawan di Media Center Kantor Gubernur NTB, Selasa (27/9/2016).

”Peternak di sinibukan skala besar. Sifat kepemilikannya hanya untuk saving saja,” kata Erwin Kusbianto.

Pedagang daging asal Jakarta pernah meminta sapi potong NTB seharga Rp 40 ribu perkilo berat hidup. Ini karena mereka berpatokan kepada harga daging sapi impor. Sedangkan harga daging sapi potong NTB adalah Rp 45 ribu per kilo berat hidup atau tidak mungkin menjual harga dagingnya Rp 85 ribu per kilo.

”Peternak di sini tidak mungkin menjual lebih murah. Bisa menangis,” ujarnya.

Dikutip dari Lombok News, walaupun NTB adalah Bumi Sejuta Sapi, tetapi jumlah kepemilikan sapinya per orang hanya 1­2 ekor saja. Beda dengan Australia yang kepemilikan peternaknya hingga ribuan ekor.

Advertisement