Kalender Sedekah

0
125
Ilustrasi sedekah. (Foto: freepik.com)

JAKARTA – Mari kita perhatikan kalender, dalam satu bulan ada 30 atau 31 hari. Kira-kira, berapa hari kita telah rutin bersedekah?

Tahukah Anda bahwa 1×30 lebih baik daripada 30×1? Artinya, bersedekah sedikit tapi rutin dan sering lebih baik daripada bersedekah banyak tapi hanya sekali.

Jika kita terbiasa bersedekah dalam jumlah besar tapi hanya sekali dalam sebulan, misalnya saat hari gajian, kita bisa mulai menambahkannya dengan bersedekah rutin setiap hari kepada orang-orang di sekitar.

Menyediakan makanan untuk satpam di kompleks rumah adalah sedekah, memberi tumpangan kendaraan pada tetangga juga termasuk sedekah.

Segala kebaikan yang kita lakukan bisa dianggap sebagai sedekah. Maka, penting untuk menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas harian kita. Berikut ini beberapa manfaat dari bersedekah setiap hari:

  • Allah menyukai amalan yang dilakukan secara kontinu meskipun kecil

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR Muslim)

Kontinuitas adalah kunci, yaitu bagaimana kita konsisten melakukan suatu amalan secara terus-menerus. Terutama dalam bersedekah, karena tidak hanya dengan uang, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi hari-hari dalam kalender kita dengan sedekah setiap harinya.

  • Membentuk kebiasaan

Kebiasaan tidak bisa terbentuk hanya dengan melakukan perbuatan sekali atau dua kali. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan bersedekah sebagai aktivitas harian kita, demi membentuk kebiasaan yang baik.

Awalnya, kita yang membentuk kebiasaan, namun pada akhirnya, kebiasaanlah yang membentuk kita. Maka, biasakanlah bersedekah setiap hari. In syaa Allah, di mata Allah kita akan menjadi seorang ahli sedekah.

  • Tanda diterimanya amalan kebaikan kita

Ketika kita bisa rutin melakukan kebaikan demi kebaikan setiap harinya, sangat mungkin hal tersebut adalah pertanda bahwa amalan kita diterima.

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir surat Al Lail, Ibnu Katsir)

Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan mengutip perkataan salaf lainnya.

“Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan, namun malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”

  • Rasulullah tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal atau bersedekah

Dalam kalender ada begitu banyak tanggalan, mengapa kita hanya bersedekah di bulan dan tanggal tertentu saja sedangkan Rasulullah sendiri tak pernah mengkhususkan waktu untuk melakukan amalan kebaikan?

’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?”

’Aisyah menjawab, “Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu alaihi wasallam lakukan.” 

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here