JAKARTA – Setelah eksekusi mati yang dilakukan Abu Sayyaf pada warganya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeu kembali menyatakan penolakannya untuk memberikan uang tebusan sebagai upaya pembebasan penculikan warganya.
Kantor Berita Reuteurs melaporkan, bahwa Trudeu menilai jika uang tebusan diberikan, sama saja telah membahayakan seluruh warga Kanada yang tinggal dan pergi ke luar negeri.
“Kita harus memastikan bahwa militan ini tahu bahwa mereka tidak dapat mencari dana untuk dapat melanjutkan kejahatan mereka dengan menyandera orang-orang yang tak bersalah,” tambahnya.
Diasumsikannya, uang tebusan nanti digunakan kelompok Abu Sayyaf untuk pembelian senjata, peluncur granat serta peralatan modern lainnya. Dengan memberinya uang tebusan, maka kejahatan akan merajalela.





