Kanker bisa sembuh asal terdeteksi dini

Penyakit kanker bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini saat diindentifikasi gejalanya, , tidak menunggu sampai stadium tinggi (IV).

KANKER, penyakit penyebab kematian terbanyak kelima di Indonesia setelah hipertensi, diabetes, stroke dan gagal ginjal kronis, sebenarnya bisa disembuhkan asal dilkukan deteksi dini dan diobati.

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penanganan kanker, dengan lebih dari 400 ribu kasus baru setiap tahun yang  juga menyumbang sekitar 230 ribu kematian, sementara prevalensinya naik dari 1,3 persen menjadi 1,8 persen sejak 2018.

Untuk menurunkan prevalensi kanker di Indonesia, Kemenkes mengampanyekan edukasi guna meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini, mengingat mayoritas kasus kanker bisa sembuh jika terdeteksi lebih awal.

“Kanker itu kan penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat. Sebenarnya dengan teknologi yang sekarang ada, asal deteksinya dini, itu bisa diobati 90%, bisa dirawat, dan bisa sembuh juga,” ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Minggu (6/10).

Untuk mempercepat temuan kasus dan memastikan pengobatan kanker secara lebih efektif, pemerintah menargetkan skrining dan deteksi dini mencapai 70 persen melalui skrining kanker serviks dengan metode IVA untuk wanita usia 30-50 tahun dengan metode HPV DNA.

Selain itu, pemerintah akan melakukan skrining kanker paru-paru dan kanker kolorektal dengan target spesifik pada berbagai kelompok usia. Pemerintah juga akan meningkatkan pemeriksaan dini kanker payudara melalui pemeriksaan klinis (Sadanis) dan USG.

Sebagai bagian  upaya nasional yang lebih luas, Menkes Budi menyebutkan, Indonesia sampai 2027 akan melengkapi 514 kabupaten/kota dengan fasilitas skrining kanker paru-paru dan kanker kolorektal.

“Kami juga telah memperkenalkan tes HPV DNA untuk 60 juta wanita dan mulai mendistribusikan perangkat Thermal Ablation ke Puskesmas di seluruh negeri untuk mendeteksi dan mengobati kanker serviks pada tahap awal,” tandas dia.

 Meningkat pada usia di bawah 50 tahun

Sejak awal tahun 1990-an, telah terjadi peningkatan kasus kanker di kalangan orang dewasa berusia di bawah 50 tahun terutama di  negara-negara berpendapatan tinggi, yang angka atau kasusnya tampak meningkat dalam kelompok kaum muda.

Salah satu jenis kanker yang mengalami peningkatan di usia muda adalah kanker kolorektal atau kanker usus besar.

Spesialis onkologi dan Associate Professor Kedokteran di Harvard Medical School, Kimmie Ng mengatakan kasus kanker kolorektal di dunia meningkat dua sampai tiga persen per tahun pada orang muda atau di bawah usia 50 tahun sejak pertengahan 1990-an.

“Ini tampaknya menjadi fenomena global dan paling menonjol terjadi di negara-negara dengan status sosial ekonomi lebih tinggi dan terutama diidap oleh orang kulit putih non-Hispanik, ” ucapnya, dikutip dari The Health Foundation

Dikutip dari Today, berdasarkan hasil penelitia, pola makan disebut berperan penting dalam perkembangan kanker usus besar di usia dini.

Berikut ini beberapa makanan yang harus dihindari untuk mengurangi risiko kanker usus besar yakni daging merah,miuman nis dan bergula.

Hasil studi tahun 2020 dalam jurnal Gut yang menganalisis 96.000 wanita menemukan, wanita yang minum dua atau lebih minuman manis bergula sehari memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker usus besar dini dibandingkan dengan yang minum dua atau kurang per hari.

Selanjutya makanan ultra proses menurut hasil studi 2023
ditemukan meningkatkan risiko berkembangnya prekursor kanker usus besar, seperti polip, tumor, dan lesi.

Contoh makanan olahan ultra meliputi: daging olahan, , minuman manis, sereal sarapan, makanan beku, keripik, permen, edangkan menurut hasil studi lainnya pada 2023  semakin banyak seseorang mengonsumsi alkohol, semakin besar peluang seseorang terkena kanker usus besar pada usia dini.

Minum sekali hingga dua kali sampai empat atau lebih dari lima kali minuman beralkhol  dalam seminggu, meningkatkan risiko kanker usus besar masing-masing tujuh persen, 14 persen, dan 27 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak minum.

Hindari kanker melalui deteksi dini jika terasa gejalanya serta jalani pola hidup sehat,

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here