JAKARTA, KBKNEWS.id – Zakat tidak hanya dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dikembangkan menjadi program produktif yang mendorong penerima manfaat lebih mandiri.
Konsep tersebut diwujudkan melalui program Beasiswa Kantin Kontainer yang digagas Dompet Dhuafa bersama Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah.
Program pemberdayaan berbasis socio-entrepreneurship ini menyasar mahasiswa kurang mampu di perguruan tinggi. Kantin Kontainer diresmikan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, pada 26-27 Agustus 2026.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh dukungan finansial, tetapi juga kesempatan untuk terjun langsung mengelola usaha di lingkungan kampus. Pengelolaan kantin dilakukan oleh mahasiswa penerima manfaat sebagai sarana mengasah kemampuan berbisnis, kepemimpinan, hingga kemandirian finansial.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjadi jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kondisi ekonominya.
“Kantin Kontainer ini hadir untuk menopang perkuliahan mahasiswa sehingga bermanfaat untuk mencetak orang-orang yang nantinya bukan hanya menjadi mustahik tapi menjadi muzakki, minimal tidak lagi bergantung dengan bantuan,” ujar Ahmad.
Program ini memiliki dua dampak utama. Selain menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk belajar menjalankan bisnis, Kantin Kontainer juga memberikan pendapatan melalui skema bagi hasil yang dapat digunakan untuk membantu kebutuhan UKT dan keperluan perkuliahan lainnya.
Mahasiswa penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran, digital marketing, manajemen tim, serta pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan usaha.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA Hadi Teguh Yudistira menyebut Kantin Kontainer dapat menjadi laboratorium kewirausahaan sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis dan startup.
Salah satu penerima manfaat, Randy Falih Haryando, mahasiswa Teknik Sistem Energi ITERA, mengaku program tersebut membantunya memenuhi kebutuhan kuliah sekaligus mendapatkan pengalaman berwirausaha.
“Selain mendapat bantuan berupa uang, saya juga mendapat skill dan kesempatan langsung untuk bisa berwirausaha,” kata Randy.
Hingga kini, sebanyak 15 Kantin Kontainer telah berdiri di Lampung, Banten, dan Yogyakarta. Dompet Dhuafa berencana memperluas program serupa ke sejumlah kampus lainnya sebagai bagian dari pengembangan zakat produktif.





