spot_img

Kapal Selam Scorpene Perkuat TNI-AL

PRODUSEN matra laut Perancis Naval Group dalam laman resminya mengungkapkan penandatanganan kontrak penjualan dua kapal selam Scorpene berteknolgi baterai lithium-ion (LIB) untuk TNI-AL yang akan dibangun di galangan kapal PT PAL Indonesia.

Hal itu juga diamini PT PAL Indoneia dalam jump pers baru-baru ini yang menyebutkan, kedua kapal yang akan dibangun melalui program alih teknologi dari jenis Scorpene Evolved Full LiB dengan memanfaatkan asset produksi yang dimilikinya.

Scorpene adalah kapal selam modern bertenaga diesel elektrik , berkinerja tinggi dan berkemampuan siluman (senyap) serta bisa dioperasikan, baik di perairan dalam mau pun dangkal. Dua Scorpene yang dipesan oleh TNI-AL merupakan bagian perjanjian kerjasama Indonesia dan Perancis yang ditandatangani pada 2021.

Naval Group akan melakukan alih teknologi untuk pembuatan kedua kapal selam yang akan dilakukan di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya.

Dengan Panjang 72 meter dan mampu menyelam sampai kedalaman 300 meter dan diawaki 32 orang, Scorpene bisa bertahan di bawah permukaan selama lebih 12 hari, menggunakan manajemen tempur generasi terbaru SUBTICS dan dipersenjatai enam tabung peluncur berkapasitas 18 torpedo, dan rudal.

Submarine Tactical Integrated Combat System (SUBTICS) memadukan sistem penanganan navigasi, komando dan taktis secara terpadu antara sistem kendali senjata dan rangkaian sensor akustik baik dengan matra lain di permukaan laut, udara mau pun sesama di bawah laut.

Berbobot 1.500 ton, Scorpene digerakkan oleh empat generator berdaya 2.500 kw mampu menyelam di bawah permukaan laut dengan kecepatan 20 knots (37 Km/jam) dan di permukaan laut pada kecepatan 12 knots atau 22 km/jam.

Sistem energi Scorpene, menurut NG, menggunakan konfigurasi baterai ion-lithium dengan standar keamanan dan keselamatan tinggi dan waktu pengisian lebih singkat.

Selain oleh AL Perancis, berbagai varian Scorpene telah dioperasikan oleh sejumlah negara seperti Brazil dan India yang mengoperasikan masing-masing enam unit dan Chili, Malaysia dan Spanyol masing-masing dua unit.

Kehadiran kedua Scorpene nantinya tentunya akan meningkatkan daya pukul TNI-AL yang saat ini masih mengoperasikan empat kapal selam type S-209 buatan Jerman setelah satu di antaranya yakni KRI Nanggala karam di perairan Bali  bersama 53 awaknya pada 21 April 2021.

TNI-AL pernah menjadi kekuatan laut yang disegai di kawasan menjelang kampanye perebutan Irian Barat di era 1960-an dengan mengoperasikan 12 kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Soviet.

Indonesia yang dua pertiga wilayahnya lautan terdiri dari 17.000 pulau memerlukan armada laut yang kuat guna menimbulkan efek tangkal (deterrent) bagi lawan yang coba-coba menganggu. Yalesveva Jayamahe! Di Laut Kita Jaya!

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles