LA PAZ (KBK) – Dalam 4 hari Karnaval, 24 Februari – 27 Februari, di Bolivia menewaskan 33 orang karena kecelakaan mobil
Di hari Senin (27/2/2017) merupakan hari yang paling mematikan dalam karnaval Bolivia dimana ada dua kecelakaan fatal terjadi.
“Sebanyak 24 orang tewas pada hari Senin,” ungkap Wakil Kepala Polisi Lalulintas Bolivia, Erick Paniagua kepada pers, Selasa (28/2/2017).
Laporan awal menunjukkan, kecelakaan pertama di hari Senin terjadi ketika sebuah minibus di Kota Tacacora jatuh ke jurang dan menewaskan 17 orang.
“Enam orang dewasa, sembilan wanita dan dua anak-anak kehilangan nyawa mereka dalam kecelakaan itu dan tidak ada penumpang yang selamat,” kata Paniagua.
Kecelakaan lainnya terjadi ketika sebuah bus penumpang menghantam tebing dekat Licoma, menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 10 lainnya.
Bus, yang dimiliki oleh perusahaan Trans Santiago, meninggalkan Ibu Kota La Paz untuk bergabung dengan peserta karnaval di Kota Cajuata.
Paniagua menambahkan bahwa sembilan orang lainnya tewas antara Jumat dan Minggu.
Polisi akan membuat laporan resmi pada hari Rabu.
Dilaporkan Xinhua, pada tahun 2016, total 52 orang meninggal selama empat hari Karnaval, sebagian besar penyebabnya terkait dengan mengkonsumsi alkohol yang berlebihan.




