Kasus Covid-19 Naik, Subvarian Baru Muncul

Ilustrasi penanganan pasien di RS. Angka paparan Covid naik lagi di atas 3.000 kasus per hari pada 25 dan 26 Okt., sementara subvarian Omicron XBB juga sudah ditemukan, tiga kasus di DKI Jakarta dan satu di Surabaya. Waspada!

ANGKA penambahan paparan harian Covid-19 melonjak lagi di atas 3.000-an kasus dalam dua hari terakhir ini, menyentuh 3.000-an kasus, sementara empat kasus subvarian baru Omicron XBB terlacak.

Selasa (25/10) dan Rabu (26/10), tercatat penambahan kasus Covid-19 yang didominasi varian Omicron (B1.1.159) asal Afrika, (3.008 dan 3.048 kasus) padahal pada periode antara 9 Sept. sampai 24 Okt. ’22 angka pertambahan masih berkisar antara 1.000-an sampai 2.000-an kasus.

Sementara itu Jubir Kemenkes Moh. Syahril mengungkapkan (26/10) subvarian baru virus Omicron XBB yang menyebar di 26 negara, juga sudah teridentifikasi pemunculannya di Indonesia yakni  yakni tiga kasus di DKI Jakarta dan satu di Surabaya.

Satu kasus di DKI Jakarta dan satu lainya di Surabaya merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari Singapura, sementara dua kasus di DKI Jakarta tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Keempat vasian yang terinfeksi varian virus Omicron XBB dilaporkan mengalami gejala ringan seperti batuk dan pilek dan mereka semua sudah divaksin, ada yang sudah menerima vaksin lengkap dua dosis dan juga ada yang sudah mendapat vaksin penguat ( booster).

Yang melegakan, keempat pasien tersebut, kata Syahril,  sudah sembuh setelah sebelumnya mereka cukup diisolasi mandiri.

Dengan hasil temuan tersebut, kemenkes melakukan langah antisipati dengan melakukan pelacakan dan pemeriksaan pada kontak erat pasien yang tercatat negatif atau tidak terpapar.

Untuk memastikan apakah lonjakan kasus terjadi akibat munculnya subvarian baru, kemenkes juga meningkatkan pemeriksaan  whole genome secuencing (WGS) pada kasus-kasus paparan yang dicurigai terutama di RS-RS.

Sementara Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama  mengemukakan, jika lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terjadi akibat munculnya subvarian XBB, hal itu membuktikan, subvarian itu lebih mudah menular dan menghindar dari antibodi penderita.

Selain subvarian XBB, kinia sudah diidentifikasi pula sekuen XBB.1 yakni subvarian XBB dengan tambahan subsitusi spike di lokus G252V dan yang perlu diwaspadai adalah XBB dan XBB1 yang sudah 282  kasus ditemukan di  Filipina. Rekombinasi varian Delta dan subvarian Omicron BA.2 tersebut menyebabkan lima orang tewas.

Di Inggris, sejumlah subvarian Omicron juga terus  dilacak dan diinvestigasi (BA.3, BA.4.7, BA2.75.2, BQ1, BQ1.1., BF7 dan BJ.1.

Yang juga mencemaskan, sejumlah layanan kesehatan di Indonesia yang melaksanakan program vaksinasi terhenti sementara akibat kelangkaan stok, sehingga untuk mengatasinya, pemerintah melakukan relokasi pendistribusiannya.

Capaian program vaksinasi sampai 26 Okt tercatat 205.111.340 orang untuk dosis pertama (87,41 persen), 171. 828.287  orang untuk dosis kedua (73,22 persen), 64.877.879 orang dosis penguat (booster) atau 27,65 persen dan 662.375 orang (terutama nakes) untuk dosis keempat (45,1 persen).

Jangan lengah, Covid-19 masih ada!

 

 

 

 

 

Advertisement