Kasus Penipuan WO, Karyawan dan Vendor Ungkap Gaya Hedon Ayu Puspita

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kasus penipuan wedding organizer (WO) yang menyeret Ayu Puspita ke ranah hukum membuka fakta baru, berdasarkan kesaksian dari sejumlah pegawai dan vendor.

Mereka mengungkapkan bahwa gaya hidup mewah pemilik WO tersebut telah lama menimbulkan kegelisahan di internal.

Vendor sekaligus rekan kerja, Eza, menyebut para pegawai Ayu Puspita sempat resah melihat kebiasaan sang pemilik memamerkan barang-barang baru dalam beberapa bulan terakhir. Menurut mereka, gaya hidup tersebut tidak sejalan dengan kondisi operasional WO.

Dari kesaksian yang dihimpun, Ayu diduga kerap membeli barang mewah menggunakan dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan acara klien. Para pegawai mengaku mengetahui pembelian kendaraan premium seperti Lexus dan Alphard.

“(Kata pegawai Ayu) ‘Eh kemarin Ibu beli Lexus loh. Dia juga beli Alphard’,” ujar Eza, dilansir Tribunnews.

Tidak hanya kendaraan, Ayu juga disebut membeli dua rumah sekaligus pada 2025. Pegawai turut mengetahui informasi bahwa Ayu dan keluarganya sempat berlibur ke Eropa pada Agustus 2025.

Eza mengatakan perilaku flexing itu menjadi pembicaraan para pegawai yang mulai curiga dengan manajemen keuangan WO. “Iya banget,” ujarnya ketika menanggapi pertanyaan terkait intensitas Ayu memamerkan harta.

Menurut Eza, Ayu merupakan figur yang ramah dan aktif dalam kegiatan sosial, tetapi memiliki kelemahan dalam pengelolaan uang. Ia menduga Ayu mudah tergoda ketika melihat aliran dana masuk dalam jumlah besar.

“Dia enggak bisa mengelola uang. Jadi gatel kalau ngeliat duit,” kata Eza. Ia juga menggambarkan Ayu sebagai orang kaya baru yang terjebak dalam euforia pendapatan besar.

Kesaksian pegawai dan vendor ini kini menjadi bagian dari rangkaian informasi yang turut ditelusuri penyidik Polres Metro Jakarta Utara, di tengah proses pengungkapan dugaan penipuan WO yang menyebabkan ratusan pasangan mengalami kerugian.

Dengan menawarkan promo, WO yang didirikan Ayu kerap tidak memenuhi jasa layanan yang dijanjikan, mulai dari katering, dekorasi, rias, hingga dokumentasi, tidak pernah terpenuhi pada hari pelaksanaan acara. Bahkan beberapa korban sampai jatuh sakit karena merasa malu terhadap tamu undangan dengan tidak tersedianya makanan saat acara.

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here