Kebahagiaan Warga Kepulauan Selayar Nikmati Daging Kurban

MAKASSAR – Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa bersama Super Volunteer-nya, Amalina, sejak Jum’at (8/7/2022),  telah berangkat dari Jakarta untuk bertandang ke wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari sana, tim THK melanjutkan perjalanan dan menempuh waktu sekitar 8 (delapan) jam jalur darat juga laut, menuju Kepulauan Selayar.

Kemudian pada Sabtu (9/7/2022), tim THK kembali melanjutkan koordinasi dengan Kepala Dusun Pariangan Selatan sekaligus Mitra Lokal ISET Selayar, Taslim, untuk melakukan observasi lapangan serta persiapan teknis pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Hingga akhirnya tiba Hari Iduladha 1443 Hijriah, Minggu (10/7/2022), masyarakat Kepulauan Selayar antusias bahagia melaksanakan penyembelihan hewan kurban sejumlah 5 (lima) ekor sapi pada momentum THK disana.

Salah satu tim THK Dompet Dhuafa di Kepulauan Selayar, Ghina Iskandar, menjelaskan, penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu pasca salat Iduladha dan di hari tasyrik pertama.

“Setelah salat, kami menyembelih 2 (dua) ekor sapi. Kemudian bersama warga dengan guyub, melangsungkan pemotongan daging untuk segera didistribusikan ke beberapa dusun di Desa Harapan. Diantaranya Dusun Balla Buloh, Lopi-lopi, Balang Bodong, Balang Kajeng, Dodaiyah serta distribusi menyebrangi pulau kecil ke Desa Kahu-kahu,” terang Ghina, dalam keterangan tertulisnya.

“Kebetulan, kami (Nelayan) belum dapat ikan. Sehari-hari makannya ikan. Senangnya hari ini baru dapat daging kurban. Di Desa ini ada juga kurban 1 (satu) ekor kambing saja, alhamdulillah,” ujar Lala, salah satu penerima manfaat.

Selanjutnya pada hari tasyrik pertama, Senin (11/7/2022), tim THK Dompet Dhuafa melanjutkan penyembelihan 3 (tiga) ekor sapi, dan daging kurban akan didistibusikan ke Desa Lantibongan, dengan menempuh waktu 1 (satu) jam perjalanan darat.

Disana, Mulyadi, Penerima Manfaat, juga mengungkapkan betapa senangnya beliau menerima daging kurban amanah para Donatur pekurban Dompet Dhuafa.

“Walau rumah keadaannya begini saja, kami senang ada tamu dari jauh singgah kesini antar daging kurban. Situasinya begini, nampan saya juga rusak tidak terurus. Sebab, dahulu saya Nelayan, semenjak 5 tahun lalu istri sakit, saya fokus dengan istri. Ya, sekarang kerja serabutan saja yang tidak memakan waktu lama, kepikiran istri kalau lagi kerja. Jadi, untuk makan, biasa beli 3 ikan saja sebulan. Memang, nasi saja tidak pakai apa-apa. Terima kasih, orang-orang baik di luar sana,” aku Mulyadi.

Advertisement