Kecam Pemakaman Morsi Secara Diam-diam, Erdogan Sebut ‘Tirani’ Mesir Pengecut

Ribuan warga di Istanbul hadiri doa bersama untuk Mohamed Morsi/ Anadolu

ISTANBUL – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menghadiri  doa bersama di Istanbul untuk mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi, yang pingsan dan meninggal setelah hadir dalam sidang pengadilan di Kairo pada Senin (16/6/2019).

Otoritas agama Turki, Diyanet, telah menyerukan agar doa pemakaman yang tidak hadir diadakan pada hari Selasa di 81 provinsi negara itu.

Di masjid Fatih Istanbul, ditengah ribuan orang yang hadir dalam doa bersama, Erdogan menyebut Morsi sebagai “martir” dan menyalahkan “tiran” Mesir atas kematiannya, menambahkan bahwa ia tidak percaya bahwa Morsi meninggal karena sebab alamiah.

“Saya tidak percaya bahwa ini adalah kematian normal,” kata Erdogan, pendukung utama Morsi.

Dia  juga mengecam pemerintah Mesir karena mengubur Morsi secara diam-diam, dengan hanya sejumlah kecil anggota keluarga dan orang kepercayaan hadir.

“Mereka begitu pengecut sehingga mereka bahkan tidak bisa menyerahkan tubuhnya ke keluarganya,” kata Erdogan.

Seorang anggota terkemuka kelompok Ikhwanul Muslimin, Morsi memenangkan pemilihan presiden bebas pertama Mesir pada 2012, setahun setelah pemberontakan yang menggulingkan pemimpin lama Hosni Mubarak.

Masa jabatannya hanya sebentar, karena ia digulingkan dan dipenjarakan dalam kudeta militer Juli 2013 yang dipimpin oleh menteri pertahanan dan presiden Mesir saat itu, Abdel Fattah el-Sisi.

Partai AK Turki yang berkuasa mendukung pemerintah Morsi dan banyak anggota dan pendukung Ikhwan telah melarikan diri ke Turki sejak kegiatannya dilarang di Mesir pada 2013.

 

Advertisement