JAKARTA – Surat Al Kahfi dianjurkan dibaca setiap malam Jumat, karena memiliki sejumlah keutamaan, sebagaimana dijelaskan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Nasaruddin Umar.
Nasaruddin Umar, yang kini juga menjabat sebagai Menteri Agama, mengutip hadits Nabi Muhammad bahwa orang yang membaca surat Al-Kahfi akan dibebaskan dari fitnah.
Ditegaskan Kiai Nasar, salah satu momok paling menakutkan saat ini adalah fitnah karena sangat berbahaya dan keji. Dalam Al-Qur’an, soal fitnah ini disebutkan dua kali pada kalimat ‘al-fitnatu asyaddu minal qatl’ atau fitnah itu lebih berbahaya daripada pembunuhan.
“Kalau kita meninggal karena dibunuh, yang menjadi korban hanya kita. Tetapi kalau fitnah, bukan hanya satu yang menjadi korban, melainkan satu keluarga, satu almamater, bahkan satu kampung yang menjadi korban. Jadi bukan main terlalu banyak yang korban kalau itu fitnah,” kata Kiai Nasar.
Selain itu, orang-orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat akan pula dibebaskan dari fitnah dajjal. Kiai Nasar menjelaskan bahwa saat ini dajjal sedang berada di perut bumi dan tengah berusaha untuk naik ke permukaan bumi.
Salah satu tanda-tanda akan muncul hari kiamat adalah dajjal bakal merusak seluruh permukaan bumi. Meski demikian, hanya dua wilayah yang tidak bisa diganggu yakni Madinah dan Mekkah.
Dia juga menjelaskan bahwa Al-Kahfi ini merupakan surat kecerdasan spiritual. Sebelumnya, terdapat surat Al-Isra sebagai kecerdasan intelektual dan An-Nahl sebagai upaya membangun kecerdasan emosional umat Islam.
Dikatakan sebagai surat spiritual, karena di dalam surat Al-Kahfi terdapat banyak kisah yang dapat dijadikan pelajaran. Kisah paling monumental dalam surat Al-Kahfi adalah pengalaman Nabi Musa berguru kepada Nabi Khidir dan tujuh pemuda Ashabul Kahfi yang tertidur di gua selama 309 tahun. Kisah-kisah ini tidak mungkin bisa dicerna hanya menggunakan akal.
“Ada tujuh wali yang tidurnya itu 309 tahun termasuk ditemani seekor anjing. Mereka menyangka tidurnya, hanya semalam. Tetapi, setelah pagi-pagi terbangun, mereka kaget karena kukunya menjadi panjang, rambutnya berseliweran sampai ke luar gua,” Kiai Nasar berkisah.
Ketujuh pemuda yang menjadi wali Allah itu lantas saling tatap karena kaget dengan perubahan fisiknya itu yakni wajah berubah dan rambutnya menjadi sangat panjang. Saat keluar gua, mereka dikagetkan dengan penampakan sebuah pohon raksasa, padahal sebelumnya tidak ada.
“Jadi perasaan hanya tidur satu malam, tapi ternyata menurut Al-Qur’an sudah 309 tahun lamanya dia tidur,” tuturnya.  Akibat tertidur ratusan tahun, mereka tentu saja lapar. Kemudian salah seorang diminta ke bawah untuk membeli makanan. Tetapi lagi-lagi pemuda itu dikagetkan karena uang yang dibelanjakan itu ternyata sudah tidak laku.
“Itulah kasusnya, mata uang itu yang membongkar rahasianya, ada tujuh pemuda yang hilang 309 tahun entah ke mana. Ternyata mereka tertidur di dalam gua kahfi itu. Saking intensifnya mengingat Allah, mereka sampai tidak sadar selama 309 tahun. Itu susah masuk akal,” tandasnya.




