Kejar Target, Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II Akan Rampung Maret 2026

Kemeterian menargetkan pembangunan konstruksi Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II selesai Maret 2026 (Foto:: istockphoto)

Jakarta, KBKNews.id — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan konstruksi Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II selesai secara fisik pada Maret 2026. Proyek strategis nasional ini membentang sepanjang 245 kilometer dan mencakup ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur.

Dengan selesainya konstruksi tersebut, pemerintah menargetkan aktivitas jual beli gas bumi antarpelaku usaha dapat mulai berjalan pada Juni 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan progres pembangunan proyek masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Cisem Tahap II masih sesuai target. Insya Allah tahun ini selesai. Maret fisik rampung, dan Juni sudah bisa dilakukan jual beli gas,” ujar Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Kelanjutan Proyek Strategis Gas Nasional

Pipa Transmisi Gas Bumi Cisem Tahap II merupakan lanjutan dari proyek Cisem Tahap I yang telah diselesaikan pada 2023. Pemerintah secara resmi memulai pembangunan tahap kedua ini pada akhir September 2024.

Proyek tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas jaringan gas bumi di Pulau Jawa, sekaligus meningkatkan keandalan pasokan energi bagi sektor industri dan pembangkit listrik.

Secara teknis, jalur pipa Cisem Tahap II terdiri atas tiga segmen utama, yakni:

  • Segmen Batang–Semarang sepanjang 67 kilometer
  • Segmen Pemalang–Cirebon sepanjang 108 kilometer
  • Segmen Cirebon–Kandang Haur Timur sepanjang 74 kilometer

Total nilai investasi proyek ini mencapai sekitar Rp2,7 triliun.

Jual Beli Gas Dimulai Juni 2026

Laode menjelaskan, setelah konstruksi fisik rampung, pemerintah akan memfokuskan proses hilirisasi melalui penyaluran gas ke industri. Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai penyalur gas pipa dan para konsumen industri direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi kegiatan ekonomi di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Didukung Anggaran PNBP Multi Years

Pembangunan pipa transmisi Cisem Tahap II didanai melalui skema kontrak tahun jamak (multi years contract) yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk proyek ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp258 miliar pada periode 2024–2026.

Selain Cisem, pemerintah juga menyiapkan anggaran besar untuk proyek pipa transmisi gas lainnya, yakni Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Total alokasi dana mencapai Rp2,1 triliun.

Proyek Dusem Segera Dikebut

Di luar proyek Cisem, Kementerian ESDM juga akan mempercepat pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Dumai–Sei Mangkei. Proyek ini dijadwalkan mulai memasuki tahap Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada 2026.

“Dusem tahun ini mulai EPC, 2027 selesai. Insya Allah 2028 gas dari Blok Andaman sudah bisa masuk,” kata Laode.

Pipa Dusem dirancang untuk menyalurkan gas dari Blok Andaman, sekaligus memperkuat jaringan gas di wilayah Sumatra.

Rencana Perpanjangan Jalur Cisem

Ke depan, pemerintah juga mendorong pengembangan lanjutan jaringan pipa Cisem dengan membuka jalur baru. Dua rencana perpanjangan yang tengah disiapkan yakni:

  • Jalur Cirebon–Bandung sepanjang 132 kilometer, dengan total anggaran sekitar Rp 865,07 miliar.
  • Jalur Semarang–Solo–Yogyakarta sepanjang 148 kilometer, dengan kebutuhan dana Rp 895,63 miliar.

Anggaran kedua proyek tersebut direncanakan dialokasikan secara bertahap hingga 2026.

Perkuat Konektivitas Gas Nasional

Pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem Tahap II dan Dusem menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengintegrasikan jaringan pipa gas Sumatra, Jawa bagian barat, hingga Jawa bagian timur. Dengan konektivitas yang semakin kuat, pemerintah berharap rantai pasok gas bumi nasional semakin andal, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here