JENEWA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan kekhawatirannya tentang risiko kekerasan yang meningkat di Kota Tua Yerusalem, di mana bentrokan baru-baru ini antara Israel dan Palestina telah menjadi bentrokan yang paling berdarah selama bertahun-tahun.
“Saya sangat prihatin tentang potensi risiko meningkatnya kekerasan, mendesak semua pemimpin politik, agama dan masyarakat untuk menahan diri dari tindakan provokatif dan retorika, dan meminta Israel untuk menunjukkan pengekangan,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Kamis (27/7/2017).
Namun orang-orang Palestina mengatakan bahwa tindakan pengamanan yang dimodifikasi masih belum dapat diterima dan akan tetap memprotesnya.





