JAKARTA – Kekerasan yang terjadi pada tiga orang wartawan pada Aksi 112 membuat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam keras hal tersebut dan mendorong korban melaporkan pada pihak kepolisian.
“Tindakan kekerasan terhadap jurnalis jelas melawan hukum dan mengancam kebebasan pers,” kata Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim.
AJI Jakarta mendorong jurnalis yang menjadi korban untuk melaporkan kasus kekerasan ini ke kepolisian agar bisa diusut. AJI juga mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat meliput aksi massa, yang berpotensi konflik dan tak menghargai para jurnalis.
Menurut Hasim, tekanan dan tindakan kekerasan terhadap jurnalis akan menghalangi hak publik memperoleh berita yang akurat dan benar, karena jurnalis tidak bisa bekerja secara leluasa di lapangan. “Jurnalis bekerja untuk kepentingan publik.” ujarnya, seperti dikutip dari Tempo.co, Minggu (12/2/2017).
Diberitakan sebelumnya, kekerasan terjadi pada dua jurnalis Metro TV, Desi Bo (reporter) dan Ucha Fernandes (kameramen), ketika sedang meliput aksi 112 pada Sabtu (11/2/2017) pukul 11.00 WIB di sekitar Masjid Istiqlal‎. Tiba-tiba kerumunan massa mengusir mereka.
Dari keterangan yang dikumpulkan oleh AJI Jakarta, kedua jurnalis Metro TV ini saat itu mengambil gambar di depan pintu masuk Al Fatah Masjid Istiqlal di sisi timur laut, seberang Gereja Katedral. Belum sempat masuk, terdengar suara orang yang mengusir mereka.
Lalu keduanya digiring oleh massa dan dicaci maki, di intimidasi, dan di suruh keluar dari lingkungan masjid. Ucha Fernandes dipukul perut, leher, dan kakinya. Sedangkan kepala Desi dipukuli pakai bambu dan terluka. Beruntung keduanya bisa dikeluarkan dari kerumuman massa.
Juru kamera Global TV Dino juga diintimidasi saat meliput aksi tersebut. Dia dituduh tidak sopan saat menyebut nama pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Sihab, tanpa menyertakan sebutan ‘Habib’. Massa memaksa dia untuk menambahkan kata ‘Habib’ saat menyebut Rizieq Shihab. Kasus lainnya, pada Jumat malam, 10 Februari 2017, mobil Kompas TV diusir oleh massa ‘112’ dari lingkungan Masjid Istiqlal.





