Kekurangan Pangan di Afrika Timur Kian Parah

Ilustrasi kekeringan di Kenya tahun 2015/ Xinhua

NAIROBI—Jumlah orang yang menghadapi kondisi rawan pangan parah di Afrika Timur meningkat jadi 22,9 juta pada Februari. Kondisi ini disebabkan kekeringan yang berkepanjangan dan mengakibatkan gagal panen.

Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan kekeringan di Tanduk Afrika ini diperkirakan bertambah parah dalam beberapa bulan ke depan. Awal musim hujan dan tingkat ramalan curah hujan diperkirakan tertunda untuk Maret-Mei di kebanyakan Wilayah Tanduk Afrika.

“Kemarau berkepanjangan telah mengakibatkan gagal panen secara berturut-turut, ditambah oleh konflik dan kondisi tidak aman, dan guncangan ekonomi yang mempengaruhi orang yang paling rentan,” kata OCHA di dalam laporan terakhir Humanitarian Outlook, yang dikeluarkan di Ibu Kota Kenya, Nairobi.

Menurut PBB, dampak dari kekeringan bisa dibandingkan dengan dampak kekeringan akibat El-Nino di Afrika Timur pada Oktober-November 2010, yang menyebabkan krisis gizi dan rawan pangan di wilayah tersebut pada 2011.

Gagal panen luas dan catatan rendah sayuran, serta kematian ternak dalam jumlah banyak, saat ini terjadi di seluruh Somalia, Ethiopi Timur dan Selatan, dan Kenya Pantai dan Utara.

Menurut laporan tersebut, Kenya Barat, beberapa bagian barat-daya Ethiopia, beberapa bagian Sudan Selatan dan Tengah, dan Uganda Timur terpengaruh sekalipun tidak parah.

Sumber air dan rumput buat konsumsi ternak serta manusia berada pada tingkat sangat rendah di banyak wilayah, terutama di antara Somaliland dan Ethiopia Selatan, kata PBB.

 

Advertisement