Kelompok HAM Kecam Israel Tahan Lima Jenazah Korban Ledakan Gaza

Ilustrasi tim penyelamat mencari korban ledakan Gaza/ Reuters

GAZA – Kelompok hak asasi manusia telah mengutuk keputusan Israel untuk menahan jasad lima anggota Jihad Islam yang terbunuh dalam serangan Israel di terowongandi bawah perbatasan Gaza-Israel pekan lalu.

Pemerintah Israel mengumumkan pada hari Minggu bahwa tentara telah menemukan  kelima jasad pria tersebut yang diidentifikasi oleh Jihad Islam sebagai Alaa Abu Ghorab, Shadi al-Hamri, Musuh Bader, Ahmad al-Sabakhi dan Mohammad al-Buhaisi,  yang hilang sejak minggu lalu , ketika Israel meledakkan sebuah terowongan di perbatasan Gaza-Israel, menewaskan 12 warga Palestina.

Awalnya kelima orang tersebut diyakini masih hidup. Namun, tim penyelamat di Gaza dicegah oleh tentara Israel untuk melakukan pencarian.

Setelah Jihad Islam menyatakan bahwa lima yang hilang telah tewas, Israel menemukan jasad mereka dan mengumumkan bahwa jasad mereka akan ditahan dari keluarga.

Kelompok hak asasi manusia dan Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan mengeluarkan sebuah pernyataan bersama pada hari Minggu malam, mengatakan bahwa keluarga anggota Jihad Islam masih “mempertahankan hak mereka untuk menuntut kembalinya jenazah kerabat mereka untuk dimakamkan”.

Kebijakan menahan badan Israel “bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional,” kelompok tersebut menyatakan. “Badan individu yang terbunuh saat situasi konflik harus dikembalikan ke keluarga mereka untuk dimakamkan dengan harga diri”. ungkapnya, dilansir Aljazeera.

Advertisement