Keluarga Dokter Aulia Lapor Polisi

Keluarga almarhumah Aulia, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi Undip Semarang, Misyal Achmad, usai melapor ke SPKT Polda Jateng di Semarang, Rabu (4/9/2024). (Foto: ANTARA/I.C. Senjaya)

SEMARANG – Keluarga almarhumah Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, melaporkan kasus dugaan perundungan yang dialami korban oleh beberapa seniornya ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Kuasa hukum keluarga Aulia, Misyal Achmad, menyampaikan pada Rabu (4/8/2024) malam, setelah melaporkan kasus tersebut di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Tengah bahwa Aulia diduga menjadi korban perundungan oleh beberapa seniornya.

“Ada dugaan pengancaman, intimidasi, dan pemerasan,” katanya.

Seluruh bukti terkait kasus ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Namun, Misyal belum bisa mengungkapkan identitas para terlapor yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Ia juga menduga adanya pembiaran terhadap dugaan perundungan ini dan meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini serta menjadikannya sebagai momentum untuk menangani kasus serupa yang mungkin terjadi.

“Selanjutnya biar berproses, harus dikawal, harus tuntas,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Artanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan perundungan oleh keluarga Aulia.

“Masih diproses lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, AR, seorang mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran Undip Semarang, ditemukan meninggal dunia di tempat kosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (12/8/2024). Kematian AR diduga terkait dengan perundungan yang dialaminya selama menjalani pendidikan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here