spot_img

Kemenag Bentuk Tim Percepatan Pengembangan Zakat dan Wakaf

JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama membentuk Unit Manajemen Proyek (UMP) Akselerasi Pengembangan Zakat dan Wakaf Indonesia. Tim ini terbentuk sejak Januari 2024 dan terdiri dari para akademisi serta konsultan ahli dalam bidang pengelolaan zakat dan wakaf.

Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, menyatakan bahwa pembentukan tim ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan zakat dan wakaf. Guru Besar di UIN Alauddin Makassar ini berharap UMP dapat memberikan nilai tambah yang besar dalam pengelolaan zakat dan wakaf.

“Perlu instrumen yang kuat serta fokus dalam menjalankan program PMU. PMU harus menghasilkan progres yang baik dengan dukungan regulasi yang kuat serta kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan terkait,” kata Kamaruddin saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Project Management Unit (PMU) Akselerasi Pengembangan Zakat dan Wakaf Indonesia tahun 2024 di Jakarta, belum lama ini.

Pada FGD tahun 2024 di Jakarta, Tim UMP, pejabat, serta JFT Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf turut serta. Hadir juga Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, dan Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin.

Waryono Abdul Ghafur menjelaskan bahwa FGD tersebut bertujuan untuk mematangkan langkah-langkah dan program UMP, mulai dari pemetaan stakeholder hingga implementasi.

“Supporting programe yang didanai dari APBN, dana zakat dan wakaf harus direncanakan secara mendalam dan benar-benar menghasilkan output yang jelas. Sehingga, tidak ada lagi program yang tidak tepat sasaran. Kita harus lebih konsern dengan program karena ini merupakan program prioritas menteri agama,” ujarnya.

Muhibuddin melaporkan bahwa pembentukan UMP bertujuan untuk membangun sinergi antarkementerian/lembaga, Baznas, LAZ, lembaga wakaf, dan pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat dan wakaf.

“PMU akan menjadi fasilitator dan koordinator pada program Kampung Zakat, Pengembangan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan pelaporan,” tuturnya.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles