
JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengatakan adanya tren penurunan kasus COVID-19 selama sepekan terakhir, meski kasus harian pernah melebihi gelombang varian delta.
Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan sejak varian omicron terdeteksi di Tanah Air pada Desember 2021, kasus COVID-19 harian nasional terus meningkat hingga melebihi puncak kasus delta. Indonesia mencatatkan rekor, yaitu 64.718 kasus omicron pada 16 Februari.
“Sejak itu (puncak kasus omicron) angka konfirmasi kasus harian tersebut terus menurun hingga kemarin dilaporkan sebanyak 34.000. Kita ketahui bahwa angka tersebut juga sudah berada di bawah puncak kasus varian delta, yang di Juli-Agustus tahun lalu mencapai angka 56.757 kasus per hari,” ungkap Nadia dalam telekonferensi pers di Jakarta, Selasa (22/2).
Selain itu, pemerintah juga melihat jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit cenderung melandai. Secara nasional, ujar Nadia, jumlah pasien yang dirawat mencapai 34.488 atau 38 persen dari kapasitas tempat tidur isolasi yang telah disediakan pemerintah.
Menurutnya, angka pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut masih sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah pasien yang dirawat pada saat puncak gelombang delta, yakni 93.256 orang.
Lebih jauh Nadia menjelaskan, penurunan kurva kasus harian tersebut berdampak kepada penurunan angka positivity rate nasional yang saat ini berada pada level 17,7 persen. Tren penurunan positivity rate tersebut disumbangkan dari penurunan di sejumlah provinsi.
“Kita juga melihat bahwa positivity rate di kota-kota besar di Jawa-Bali dalam periode 13-19 Februari mulai menunjukkan penurunan,” katanya.




