KARANG ANYAR – Pemerintah Kabupaten Karang Anyar mengusahakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dengan menyasar perbaikan fasilitas hunian dan sanitasi serta pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Penanggulangan dilakukan dengan cara sebagian ongkos pemenuhan kebutuhan tersebut ditanggung pemerintah.
Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Karanganyar, Rohadi, seperti dikutip dari KRJogja, mengungkapkan, pendekatan berdasarkan mikro atau kultur masyarakat, dimana kemiskinan kasat mata harus diubah seperti perbaikan sanitasi, pola hidup sehat, akses air bersih, peningkatan taraf pendidikan dan jaminan kesehatan.
Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar mengatakan penanggulangan kesmiskinan tersebut terbukti mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan dari semula 108.461 jiwa atau 12,62 persen pada 2014 menjadi 98.340 jiwa pada 2015 dan 77.017 jiwa pada 2016. Selain berkat upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan mikro, ini hasil pemutakhiran basis data terpadu (PBDT).
Begitu jua dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karanganyar, Sundoro, yang mengklaim berhasil menekan jumlah penduduk miskin. Diutarakan, penanggulangan kemiskinan di Karanganyar 17,30 persen pada 2002 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Sedangkan BPS Provinsi Jawa Tengah merilis kemiskinan Karanganyar tahun 2014 mencapai 12,62 persen atau di bawah provinsi Jateng yakni 13,58 persen serta penanggulangan kemiskinan di Karanganyar mencapai 10,96 persen di tingkat Nasional.
Adapun kantung kemiskinan di Karanganyar berada di Kecamatan Mojogedang, Gondangrejo serta Jumantono. Sedangkan wilayah paling sejahtera berada di Jaten.





