BALI – Hidup dalam kemiskinan dan tak mampu membayar hutang diduga menjadi penyebab satu keluarga di Desa Dinas Jero Kute, Bondalem, Kabupaten Buleleng, Bali kompak meminum racun serangga hingga tewas.
Satu keluarga yang berjumlah empat orang tersebut adalah Kadek Artaya (32), Kadek Suciani (27) dan kedua anak mereka masing-masing PWAS (6) dan KDCP (3).
Made Suardana (60), orang tua Artaya menuturkan kronologis peristiwa bunuh diri massal tersebut terjadi pada Kamis (23/2/2017) pagi hari sekitar pukul pukul 04.00 WITA. Saat itu, seperti biasa Suardana hendak ke pasar. Dia sempat melihat keluarga Artaya masih tertidur dalam satu kamar. Lampu kamar putranya itu juga masih menyala.
Sekembalinya dari pasar kira-kira pukul 05.50 WITA, Suardana kaget saat mendapati semua lampu di dalam rumah masih menyala. Saat saksi mengecek di kamar korban, kosong. Kemudian saksi mencium bau gas, bergegas dia lari ke dapur namun tidak ditemukan kebocoran tabung gas.
Kemudian Suardana mengecek semua kamar, saat itulah dia mengetahui kamar di sebelah utara dalam keadaan terkunci dan tercium bau gas menyengat. Karena curiga, ia pun mendobrak pintu kamar dan didapati semuanya tidur menumpuk berpelukan di satu tempat tidur.
“Awal tiang tidak curiga. Saat tiang bangunkan, ada keluar busa dari mulut anak dan cucu tiang,” kenangnya sambil mengusap air mata, sebagaimana dilansir merdeka.com, Sabtu (25/2/2017).
Saat itu juga dirinya berteriak minta bantu keluarga yang tinggal di sebelah rumah. Sementara keluarga mencari pertolongan, dirinya mencari kelapa untuk diminumkan kepada para korban.
Saat itu keempat korban dalam keadaan lemas dan oleh warga dilarikan ke bidan yang ada di Desa Pacung, dan selanjutnya di bawa ke Puskesmas Desa Tejakula. Namun belum sempat dapat penanganan, satu keluarga ini sudah kejang dan meninggal dunia.
Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya, meyakinkan bahwa korban murni bunuh diri. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan.





