
GLOBAL Cancer Observatory (Goblocan) mencatat 38.904 kasus kanker paru di Indonesia dalam periode 2018 – 2022 atau menempati jumlah korban kanker kedua terbanyak setelah kanker payudara.
Belum diproleh data terbaru sampai 2024, namun dipastikan, tentu jumlahnya jauah lebih banyak dari angka 2022 tersebut.
Selain gejala paling umum yakni batuk terus menerus, batuk berdarah, sesak napas, atau nyeri dada, masih ada beberapa tanda kanker paru yang sering terlewat, sehingga diagnosisnya menjadi terlambat.
Menurut Medical Daily, tanda-tanda kanker paru ini memang terjadi bagian tubuh yang ‘tidak biasa’. Tak heran jika pengidap kanker paru atau keluarga jarang menyadarinya.
Berikut ini gejala kanker paru yang acapkali tak terlihat. Wajah dan Leher Bengkak
- Kanker paru dapat mengembangkan tumor di dekat vena cava superior (pembuluh darah besar yang membawa darah dari atas tubuh). Komplikasi ini dikenal dengan sindrom vena cava superior. Kondisi ini terjadi ketika tumor menekan vena dan kelenjar getah bening di dekatnya, menyebabkan darah mengalir kembali dan mengakibatkan pembengkakan di wajah dan leher.
2. Gangguan Kesehatan Mental
Penelitian menunjukkan orang yang kemudian didiagnosis menderita kanker paru sering mengalami masalah kesehatan mental seperti kebingungan, kecemasan, dan depresi.
Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh tumor yang memengaruhi otak, dampak kanker pada sistem kekebalan tubuh, hormon, atau kadar kalsium tinggi yang terkait dengan kanker.
3. Jari Bengkok Kondisi ini seringkali diabaikan, namun bisa terkait dengan kanker paru. Kondisi ini terjadi ketika tumor paru-paru tertentu menghasilkan zat mirip hormon yang meningkatkan aliran darah dan akumulasi cairan di ujung jari, yang menyebabkan pembengkakan.
Kondisi ini ditandai dengan ujung jari yang membulat dan menonjol, serta kuku yang mungkin tampak mengkilap atau melengkung lebih dari biasanya.
4. Masalah di Perut
Diperkirakan sekitar 40 persen pasien kanker paru mengembangkan tumor yang melepaskan zat yang dapat mengganggu kadar kalsium di tubuh. Kalsium yang berlebihan dalam darah memengaruhi pencernaan dan menyebabkan kram perut, mual, hingga sembelit.
5. Nyeri di Bahu atau Punggung
Gejala kanker paru tidak hanya meliputi sistem pernapasan. Terkadang, penyakit ini bisa memberikan tanda di bagian lain, seperti rasa nyeri di bahu dan punggung.
Pancoast adalah jenis kanker paru yang tumbuh dibagian atas paru dan dapat menyebar ke tulang rusuk, tulang belakang, saraf, dan pembuluh darah. Jenis kanker paru ini dapat menyebabkan nyeri di tulang belikat, punggung atas dan lengan.
Kanker paru lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan merokok dan merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.
Mayoritas kanker paru disebabkan oleh merokok dalam jangka waktu lama, tetapi di beberapa kasus dapat juga terjadi pada orang yang tidak merokok (tetapi terpapar asap rokok).
Penelitian menunjukkan pula bahwa perkembangan kanker paru juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan berbagai zat kimia dan polusi udara.
Waspada dan waspada!




