Malang-Ibu-ibu yang memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pascakelahiran di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, masih minim atau di bawah rata-rata, yakni 80 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari mengatakan, kesadaran ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya di daerah ini hanya sekitar 60 persen. Padahal angka minimal (standar) per wilayah seharusnya 80 persen dari jumlah ibu yang melahirkan.
“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minimnya kaum perempuan untuk memberikan ASI eksklusif tersebut, di antaranya karena kesibukan sang ibu karena ibu seorang wanita karier, sehingga tidak punya banyak waktu untuk menyusui bayinya minimal selama enam bulan pertama pascakelahiran,” ujar Tri di Malang, Senin (1/08/2016) seperti dilansir JPNN.
Dinkes terus mendorong pengelola tempat-tempat atau fasilitas umum untuk menyediakan ruang laktasi, seperti di mal, alun-alun, dan pasar tardisional. Selain itu, juga di kawasan perkantoran, baik pemerintahan maupun swasta.
Selanjutnya Dinkes juga akan terus memantau keberadaan ruang laktasi tesrebut, apakah kondisi ruang laktasi sudah memadai atau belum dan apakah sudah dimanfaatkan secara maksimal oleh ibu-ibu atau belum. Kalau belum, apa saja yang menjadi hambatan sehingga ibu-ibu enggan memanfaatkannya.
“Keberadaan ruang laktasi ini akan berpengaruh besar terhadap peningkatan dan upaya pemberian ASI eksklusif ibu-ibu kepada bayinya, minimal memenuhi stabdar minimal, yakni 80 persen,” katanya.




